DESKRIPSI TRAINING BUDAYA KORPORAT & MEDIA KEHUMASAN
Mengelola media kehumasan dan mengelola koran umum, selain memilikiperbedaan prinsip, ada pula persamaan prinsipnya. Jika media kehumasan diabdikan untuk membangun “kesalingpahaman” antara perusahaan dan stakeholdersnya (karyawan, pelanggan, mitra pemasok, dan stakeholders lainnya seperti dinas-dinas terkait, mitra aliansi hingga masyarakat luas) maka media massa umum berfungsi sebagai kontrol sosial. Pembangun “kesalingpahaman” Vs Kontrol Sosial.
Karena fungsi kontrol sosial ini maka kritik terbuka dalam media massa menjadi jamak dan daya tarikinti. Maka muncul pomeo Bad News(perselingkuhan, korupsi, perkosaan, penipuan) adalah is Good News. Itulah sebabnya di media umum orang bersikap kritik ya kritik bahkan hingga tahap “menelanjangi” sekalipun sering dilakukan.
Sebaliknya, di media kehumasan cara mengkritik harus “dikelola” sedemikian rupa, harus menghindari efek konfrontasi (frontal/berhadap-hadapanan) diantara para terlibat. Konflik bos dan karyawan, misalnya harus dikelola sedemikian rupa tanpa berdampak/membuat para pihak merasa terancam martabatnya. Nilai konflik harus dikelola sedemikian rupa hingga yang tersisa tinggal substansi masalahnya saja dan yang terpentingpenyelesaiannya.Dalam pome Jawa Kecekel lelenya ora buthek banyune.Menjaring ikan lele di kolam yang berlumpur, tanpa membuat keruh airnya.
Persamaan prinsipilnya, baik media kehumasan atau majalah/koran umum, harus sama-sama membangun integritas anggota redaksinya, sesuai kode etik, dan kebutuhan kompetensi serta Skala Prioritaspersoalan yang dihadapi perusahaan.
Alur penjelasan ini membawa konsekuensi bahwa para pengelola majalah internal perusahaan haruslah diposisikan sesuai dengan posisi dan tugas strategisnya. Jika Redaksi Majalah Internal di bawah tanggungjawab petugas PR, maka PR harus diletakan di dalam lingkaran para pemutus kebijakan. Bank Indonesia (BI) barangkali adalah satu-satunya organisasi yang meletakkan posisi PR diantara para Dewan Gubernur. Di banyak tempat, pada umumnya posisi itu masih harus direbut dengan perjuangan berdarah-darah. Dalam kaitan ini, para PR dapat menjadikan media internalnya untuk merebut posisi strategis PR sebagaimana terjadi di Bank Indonesia. Isu-isu yang tepat, memiliki sifat strategis dan mendesak yang dibuat PR lewat rubrik-rubriknya, dapat meningkatkan trust perusahaan kepada PR. Tapi baik di bawah kendali PR atau bukan, REDAKSI PENGELOLA majalah perusahaan harus bisa menjadikan majalah yang dikelolanya sebagai OPINIAN LEADER bagi kemajuan perusahaan. Untuk kedua tujuan inilah workshop ini diselenggarakan.
TUJUAN TRAINING BUDAYA KORPORAT & MEDIA KEHUMASAN
1. Memberikan ketrampilan yang terukur pada peserta dalam mengelola “Media Internal” sesuai dengan fungsinya sebagai “media kehumasan” sesuai dengan Skala Prioritas permasalahan dan target-target perusahaan.
2. Memberikan ketrampilan melakukan fact finding sebagaimana disebut pada point 1 di atas secara profesional
3. Memberikan ketrampilan untuk memanfaatkan hasil fact finding sebagaimana disebut dalam point 2, untuk menyusun kluster rubrikasinya dan boks2nya
4. Merangsang kreatifitas peserta dalam menggunakan hasil point 1,2 dan 3 untuk menyusun kegiatan pelatihan, out bound, lomba-lomba tematik yang mengarah pada penguatan awareness dan membangun trust dg segenap karyawan kepada majalah internal yang dikelolanya
5. Memberi ketrampilan untuk mengelola faksi-faksi dalam perusahaan, baik yang nagaholic (suka menolak/resisten terhadap program perusahaan) maupun faksi yang pro aktif, untuk ditampilkan dalam majalah internal yang dikelolanya, dengan tujuan untuk mancairkan konflik yang ada.
6. Memberi ketrampilan dalam menggali dan membuat berita yang memiliki sugesti kuat bagi proses konsolidasi segenap manager dan karyawan
7. Memberi ketrampilan teknis dalam menyusun isu-isu terkonteks, dan dalam membuat formula LEAD BERITA media kehumasan yang menarik, menyugesti, benchmarking dan mengispiring bagi peserta
MATERI TRAINING BUDAYA KORPORAT & MEDIA KEHUMASAN
1. Mengelola rubrik yang berdampak membangun harmoni dan terbentuknya kesalingpahaman antara manajemen dengan staf/karyawan, terutama yang berkeahlian.
2. Menghandle perilaku para CEO dan manajemen dengan cara elegan yang menjaga martabat tanpa menimbulkan efek yang tidak diinginkan
3. Mengelola majalah internal dengan hasil yang terukur dan berkelanjutan
4. Mampu menjadikan majalah internal yang dikelolanya menjadi pusat Informasi & Empowering bagi seluruh civitas perusahaan.
5. Mampu menjadikan Team Redaksi sebagai Agent of Change (agen perubahan) sesuai dengan konteks keberadaan perusahaannya.
6. Mampu menjadikan majalahnya sebagai “Jendela Dunia” bagi seluruh lini perusahaan
7. Mampu menjadikan majalah internalnya sebagai penjaga tensi Organisasi Belajar Berbasis Pengetahuan
PESERTA TRAINING BUDAYA KORPORAT & MEDIA KEHUMASAN
- Corporate Communication Manager yang bertanggung jawab atas strategi komunikasi perusahaan dan penguatan citra organisasi.
- Public Relations (PR) Officer/Humas yang mengelola hubungan dengan media, masyarakat, dan para pemangku kepentingan.
- Corporate Secretary yang mendukung komunikasi perusahaan kepada pemegang saham, regulator, dan publik.
- Human Resources (HR) Manager dan HR Officer yang berperan dalam membangun serta menginternalisasikan budaya perusahaan kepada seluruh karyawan.
- Internal Communication Officer yang mengelola komunikasi internal untuk meningkatkan engagement dan kolaborasi karyawan.
- Marketing Communication (Marcomm) Staff yang bertugas menyampaikan pesan perusahaan secara konsisten kepada pelanggan dan masyarakat.
- Brand Manager yang bertanggung jawab menjaga identitas, reputasi, dan nilai merek perusahaan.
- Supervisor, Manager, dan Team Leader yang berperan sebagai role model dalam penerapan budaya korporat di unit kerja masing-masing.
METODE TRAINING BUDAYA KORPORAT & MEDIA KEHUMASAN

1. Presentation
2. Discuss
3. Case Study
4. Evaluation
5. Pre-Test & Post-Test
6. Games
- Training Bulan Januari : 13-14 Januari 2026
- Training Bulan Februari : 10-11 Februari 2026
- Training Bulan Maret : 10-11 Maret 2026
- Training Bulan April : 21-22 April 2026
- Training Bulan Mei : 19-20 Mei 2026
- Training Bulan Juni : 23-24 Juni 2026
- Training Bulan Juli : 12-13 Juli 2026
- Training Bulan Agustus : 11-12 Agustus 2026
- Training Bulan September : 15-16 September 2026
- Training Bulan Oktober : 20-21 Oktober 2026
- Training Bulan November : 17-18 November 2026
- Training Bulan Desember : 15-16 Desember 2026
Catatan: Jadwal tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta. Peserta dapat mengajukan tanggal pelaksanaan pelatihan.
LOKASI Training Budaya Korporat & Media Kehumasan
REGULER TRAINING
- Yogyakarta, Hotel Dafam Malioboro (6.000.000 IDR / participant)
- Jakarta, Hotel Amaris Tendean (6.500.000 IDR / participant)
- Bandung, Hotel Golden Flower (6.500.000 IDR / participant)
- Bali, Hotel Ibis Kuta (7.500.000 IDR / participant)
- Lombok, Hotel Jayakarta (7.500.000 IDR / participant)
ONLINE TRAINING VIA ZOOM
INVESTASI Training Budaya Korporat & Media Kehumasan
- Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.
Catatan: Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.
Benefit Apa Saja yang Didapatkan Peserta?
- FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)
- FREE Transportasi Peserta ke tempat pelatihan
- Module / Handout
- FREE Flashdisk
- Sertifikat
- FREE Bag or backpack (Tas Training)
- Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
- 2x Coffee Break & 1 Lunch, Dinner
- FREE Souvenir Exclusive
FAQ Tentang Training Budaya Korporat & Media Kehumasan
Q : Apa itu Training Budaya Korporat & Media Kehumasan?
A : Training Budaya Korporat & Media Kehumasan merupakan pelatihan yang membahas strategi membangun budaya perusahaan yang kuat serta pengelolaan media dan komunikasi kehumasan untuk meningkatkan citra dan reputasi organisasi.
Q : Mengapa budaya korporat penting bagi perusahaan?
A : Budaya korporat yang positif dapat meningkatkan keterlibatan karyawan, memperkuat nilai-nilai perusahaan, menciptakan lingkungan kerja yang produktif, serta mendukung pencapaian tujuan organisasi.
Q : Materi apa saja yang dipelajari dalam pelatihan ini?
A : Materi meliputi konsep budaya korporat, internalisasi nilai perusahaan, strategi komunikasi organisasi, media relations, public relations, manajemen reputasi, komunikasi krisis, penyusunan media plan, serta studi kasus.
Q : Berapa minimal running pelatihan ini ?
A : Pelatihan ini akan running idealnya minimal dengan 3 peserta, tetapi bisa disesuaikan dengan kebutuhan peserta
Q : Apakah bisa jika saya hanya ingin pelatihan sendiri aja / private course ?
A : Bisa, kami akan membantu menyelenggarakan pelatihan 1 hari jika ada persetujuan dari klien
Q : Dimana saja pelatihan Budaya Korporat & Media Kehumasan biasanya di selenggarakan?
A : Pelatihan kami selenggarakan di beberapa kota besar di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bali, Lombok dan beberapa negara seperti Singapore dan Malaysia
Q : Apakah bisa diselenggarakan selain di kota lain?
A : Penyelenggaraan pelatihan bisa diadakan di kota lain dengan minimal kuota 5 orang setiap kelas
Q : Apakah bisa juga diselenggarakan secara IHT/ In House Training di Perusahaan klien ?
A : Bisa diselenggarakan secara IHT di Perusahaan klien
Q : Apakah jadwal bisa disesuaikan dengan kebutuhan klien ?
A : Jadwal pelatihan dapat di sesuaikan dengan kebutuhan klien.
Materi, Lokasi dan Jadwal Pelatihan Bisa Berubah Sewaktu-waktu dan disesuaikan Dengan Kondisi Peserta, dimohon untuk Melakukan Konfirmasi untuk Segala Bentuk Perubahan, agar Tidak Terjadi Miskomunikasi. Segera Daftar Pelatihan, Diskon Menarik hanya Bulan Ini.
Silabus Training ini disunting oleh Suhada Faisal sebagai Content Writer Spesialis di bidang Pelatihan. Berpengalaman lebih dari 5 tahun sebagai konsultan training atau seminar baik secara online maupun offline.