Training Social Return On Investment Bersama Peserta dari PT SMEC Denka Secara Daring Zoom Meeting

Pelatihan Social Return On Investment (SROI) Bersama PT SMEC Denka
Konsep Social Return On Investment (SROI) menjadi salah satu pendekatan penting dalam mengukur dampak sosial, lingkungan, maupun ekonomi dari suatu program atau investasi yang dijalankan oleh perusahaan. Pengukuran SROI tidak hanya berfokus pada aspek finansial semata, tetapi juga mempertimbangkan nilai manfaat yang dirasakan oleh pemangku kepentingan (stakeholder) secara lebih luas, sehingga hasil dari suatu program dapat dipertanggungjawabkan secara terukur dan berkelanjutan.
Salah satu metode yang menjadi bagian penting dalam pengelolaan dan evaluasi dampak program tanggung jawab sosial perusahaan adalah Social Return On Investment (SROI). Penerapan SROI membantu organisasi dalam menilai efektivitas program, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengumpulan data, analisis nilai dampak, hingga penyusunan laporan hasil pengukuran secara sistematis.
Dalam rangka meningkatkan kompetensi di bidang pengukuran dampak sosial, PT SMEC Denka Indonesia mengikutsertakan Bapak Andreas dalam Training Social Return On Investment (SROI) yang dipercayakan kepada Diorama Sukses Bersinergi sebagai training provider. Pelatihan dilaksanakan secara online melalui Zoom Meeting pada 27–28 Agustus 2026, dengan menghadirkan Bapak Andreas sebagai peserta yang mewakili perusahaan serta menghadirkan Ibu Hanny Ariyanti, S.E., CRMP, CPLHI, CT, CH, CMT sebagai trainer dalam pelatihan ini.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai konsep dan metodologi Social Return On Investment (SROI) sekaligus mendiskusikan berbagai kondisi yang dapat muncul dalam proses pengukuran dampak sosial program perusahaan di lingkungan kerja.
Mengapa Kompetensi Penerapan Social Return On Investment (SROI) Penting?
Banyak perusahaan masih menghadapi berbagai tantangan dalam menerapkan dan mengevaluasi efektivitas program tanggung jawab sosial (CSR) maupun program keberlanjutan yang mereka jalankan, antara lain:
- Tingginya alokasi anggaran untuk program sosial tanpa disertai pengukuran dampak yang objektif dan menyeluruh.
- Kesulitan menyajikan hasil dan manfaat program sosial secara terukur di hadapan jajaran manajemen dan direksi.
- Ketidakjelasan metode dan indikator dalam menilai nilai dampak sosial akibat keterlibatan berbagai pemangku kepentingan yang berbeda kepentingan.
- Kurangnya keterlibatan mendalam dari penerima manfaat dan pemangku kepentingan dalam proses identifikasi serta penilaian dampak program.
- Ketiadaan standar evaluasi baku untuk mengukur tingkat efektivitas dan nilai balik investasi sosial (social value) antar-periode pelaksanaan program.
Melalui penerapan Social Return On Investment (SROI) berbasis metodologi dan standar yang berlaku, perusahaan dapat mengidentifikasi, mengukur, serta melaporkan nilai dampak sosial dari program yang dijalankan secara akuntabel, terstruktur, dan berkelanjutan.
Materi Training Social Return On Investment (SROI)
Selama dua hari pelaksanaan pelatihan, peserta mempelajari berbagai materi penting, antara lain:
1. Pengenalan Konsep dan Prinsip Dasar Social Return On Investment (SROI)
Pada sesi awal, peserta mempelajari konsep dasar, tujuan, dan prinsip Social Return On Investment (SROI) sebagai metode pengukuran nilai dampak sosial dari suatu program atau investasi. Peserta juga memahami pentingnya SROI sebagai alat akuntabilitas dalam menilai keberhasilan program tanggung jawab sosial perusahaan.
Materi yang dibahas meliputi:
- Sejarah, konsep, dan tujuan dasar SROI
- Prinsip-prinsip utama dalam pengukuran SROI
- Perbedaan SROI dengan metode evaluasi dampak lainnya
- Manfaat penerapan SROI bagi organisasi dan pemangku kepentingan
- Kerangka kerja umum penerapan SROI
2. Identifikasi Pemangku Kepentingan (Stakeholder Mapping)
Sesi ini membahas cara mengidentifikasi dan memetakan pemangku kepentingan yang terlibat maupun terdampak dari suatu program, sebagai langkah awal dalam proses analisis SROI. Peserta juga belajar menentukan skala prioritas keterlibatan stakeholder dalam pengukuran dampak.
Materi yang dibahas meliputi:
- Konsep dan pentingnya stakeholder mapping dalam SROI
- Teknik identifikasi pemangku kepentingan utama dan pendukung
- Metode pelibatan stakeholder (stakeholder engagement)
- Penentuan skala prioritas dan relevansi dampak
- Studi kasus pemetaan stakeholder pada program sosial
3. Penyusunan Teori Perubahan (Theory of Change) dan Rantai Dampak
Peserta mempelajari cara menyusun teori perubahan sebagai dasar logis dalam menghubungkan input, aktivitas, output, outcome, hingga dampak (impact) dari suatu program. Sesi ini menjadi fondasi penting sebelum masuk ke tahap pengukuran nilai.
Materi yang dibahas meliputi:
- Konsep dan struktur Theory of Change
- Penentuan input, aktivitas, output, outcome, dan impact
- Teknik penyusunan rantai dampak (impact map)
- Identifikasi indikator perubahan yang relevan
- Studi kasus penyusunan teori perubahan program CSR
4. Pengukuran dan Valuasi Dampak Sosial
Sesi ini membahas teknik pengumpulan data, penentuan proxy finansial, serta perhitungan nilai dampak sosial yang menjadi inti dari analisis SROI. Peserta juga mempelajari cara menghitung rasio SROI secara akurat dan objektif.
Materi yang dibahas meliputi:
- Teknik pengumpulan data primer dan sekunder
- Penentuan financial proxy untuk outcome non-finansial
- Perhitungan deadweight, attribution, displacement, dan drop-off
- Metode kalkulasi rasio SROI
- Studi kasus perhitungan nilai dampak sosial
5. Pelaporan, Verifikasi, dan Pemanfaatan Hasil SROI
Pada sesi terakhir, peserta mempelajari cara menyusun laporan hasil pengukuran SROI yang kredibel serta memahami proses verifikasi hasil analisis. Peserta juga membahas bagaimana hasil SROI dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan strategis organisasi.
Materi yang dibahas meliputi:
- Struktur dan format penyusunan laporan SROI
- Proses verifikasi dan validasi hasil analisis
- Komunikasi hasil SROI kepada manajemen dan stakeholder
- Pemanfaatan hasil SROI untuk perbaikan program
- Studi kasus pelaporan SROI pada organisasi/perusahaan
Diskusi dan Jalannya Pelatihan Social Return On Investment (SROI)

Pembahasan Materi Pelatihan Social Return On Investment (SROI)
Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan pembahasan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan pengukuran dampak sosial perusahaan. Peserta dari PT SMEC Denka mendapatkan penjelasan konseptual yang dilengkapi dengan pembahasan kasus dan praktik analisis sehingga dapat memahami bagaimana metode SROI diterapkan secara komprehensif.
Untuk memperkuat pemahaman, pelatihan dilengkapi dengan studi kasus dan praktik penyusunan analisis SROI secara komprehensif. Peserta diberikan kesempatan untuk mengintegrasikan berbagai materi yang telah dipelajari mulai dari identifikasi stakeholder, Theory of Change, pemetaan outcome dan impact, penentuan indikator, valuasi dampak, hingga perhitungan rasio SROI.
Cerita dari Peserta Pelatihan
Salah satu peserta dari PT SMEC Denka menyampaikan bahwa Training Social Return on Investment (SROI) memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya mengukur dampak dari setiap program yang dijalankan perusahaan.
“Melalui training ini saya memahami bahwa keberhasilan suatu program tidak hanya dilihat dari kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari perubahan dan dampak yang dihasilkan. SROI membantu kita melihat manfaat program secara lebih terstruktur dan terukur.”
Peserta juga menilai pembahasan mengenai stakeholder, Theory of Change, serta pemetaan input, output, outcome, dan impact menjadi materi yang relevan karena memberikan kerangka berpikir dalam melakukan evaluasi program.
Kesimpulan Pelatihan Social Return On Investment (SROI)

Penyerahan Sertifikat Pelatihan Social Return On Investment (SROI)
Pelatihan Social Return On Investment (SROI) yang diselenggarakan secara online melalui Zoom Meeting pada 27–28 Agustus 2026 memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada Bapak Andreas mengenai cara mengukur dan mengevaluasi nilai dampak sosial secara terstruktur dalam mendukung program tanggung jawab sosial dan keberlanjutan perusahaan. Selama pelatihan, peserta mempelajari konsep dan prinsip dasar SROI, identifikasi dan pemetaan pemangku kepentingan, penyusunan teori perubahan (theory of change) dan rantai dampak, pengukuran serta valuasi dampak sosial, hingga pelaporan, verifikasi, dan pemanfaatan hasil analisis SROI. Melalui pembahasan tersebut, peserta diharapkan mampu memahami setiap tahapan SROI secara lebih terstruktur dan sesuai dengan karakteristik program yang dijalankan oleh perusahaan.
Selain pembahasan teori, pelatihan juga dilengkapi dengan studi kasus dan diskusi untuk membantu peserta memahami penerapan SROI dalam situasi nyata di lapangan. Dengan kompetensi tersebut, Bapak Andreas diharapkan mampu mengidentifikasi pemangku kepentingan secara tepat, menyusun rantai dampak, mengukur dan menilai dampak sosial, hingga menyusun laporan hasil pengukuran SROI yang kredibel. Pada akhirnya, kompetensi ini dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih terarah serta menciptakan program tanggung jawab sosial perusahaan yang akuntabel, efektif, dan berkelanjutan.
FAQ Training Social Return On Investment (SROI)
Q : Apa tujuan Training Social Return On Investment (SROI)?
A : Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai konsep dan penerapan Social Return On Investment (SROI), mulai dari identifikasi dan pemetaan pemangku kepentingan, penyusunan teori perubahan (theory of change), pengukuran dan valuasi dampak sosial, hingga pelaporan dan verifikasi hasil untuk mendukung evaluasi program tanggung jawab sosial yang akuntabel dan berkelanjutan.
Q : Siapa yang perlu mengikuti Training Social Return On Investment (SROI)?
A : Pelatihan ini direkomendasikan bagi CSR Officer, Sustainability Staff, Community Development Officer, Manajer Program Sosial, Staff Monitoring dan Evaluasi (Monev), Risk Management Staff, serta profesional lain yang terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program tanggung jawab sosial maupun keberlanjutan perusahaan.
Q : Apa manfaat mengikuti Training Social Return On Investment (SROI)?
A : Peserta memperoleh pemahaman dan keterampilan dalam mengidentifikasi pemangku kepentingan, menyusun rantai dampak, mengukur dan menilai dampak sosial, hingga menyusun laporan hasil pengukuran SROI secara kredibel. Kompetensi ini dapat mendukung perusahaan dalam mengevaluasi efektivitas program sosial secara lebih sistematis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Q : Berapa lama durasi pelatihan?
A : Pelatihan berlangsung selama dua hari dan mencakup pembahasan teori, diskusi, serta studi kasus penerapan Social Return On Investment (SROI). Durasi pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta atau perusahaan.
Q : Bagaimana cara mendaftar Training Social Return On Investment (SROI)?
A : Untuk mengikuti Training Social Return On Investment (SROI), Anda dapat menghubungi 0821-2346-3977 (Nona) sebagai Marketing Professional Diorama Sukses Bersinergi untuk memperoleh informasi mengenai jadwal, biaya, maupun pelaksanaan pelatihan-pelatihan lainnya. Anda juga dapat mengunjungi website resmi Diorama Sukses Bersinergi https://dsbanking.com/.