PELATIHAN TATA KOTA DI ERA URBANISASI PESAT

PELATIHAN TATA KOTA DI ERA URBANISASI PESAT

PELATIHAN TATA KOTA DI ERA URBANISASI PESAT

PELATIHAN TATA KOTA DI ERA URBANISASI PESAT

Di tengah laju urbanisasi yang tidak terbendung, kota-kota modern menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Mulai dari kemacetan yang melumpuhkan, pemukiman kumuh, hingga ancaman perubahan iklim. Dalam konteks ini, pelatihan tata kota (urban planning training) bukan lagi sekadar pelengkap administratif, melainkan kebutuhan mendesak bagi para pemangku kebijakan, praktisi, dan akademisi.

In House Training di Universitas Negeri Jakarta

Pada tanggal 17-18 Desember 2025, Universitas Negeri Jakarta mengadakan in house training bersama Lembaga pelatihan Diorama Sukses Bersinergi dengan judul Pelatihan Tata Kota. Pelatihan ini diselenggarakan di kampus A Universitas Negeri Jakarta. Peserta pelatihan adalah tim pengelola aset UNJ yang bertanggung jawab dalam pengelolaan asset dan perencanaan pembangunan kampus baik yang sudah terbangun maupun yang sedang dalam perencanaan.

Pelatihan berlangsung sangat menarik, terutama masalah perizinan. Hal ini karena memang masalah perizinan di Indonesia sangat rumit. Bahkan sekelas Universitas Negeri Jakarta yang notabene adalah milik pemerintah, proses mendapatkan perizinannya sangat Panjang. Itulah sebabnya pembangunan kampus terasa lambat. Diharapkan dengan mengikuti pelatihan ini peserta dapat mengurus perizinan proyek pengembangan kampus dapat lebih cepat, efektif dan efisien.

Mengapa Pelatihan Tata Kota Sangat Penting?

Tata kota bukan hanya soal menggambar peta atau membangun gedung tinggi. Ini adalah seni dan sains dalam menyeimbangkan kebutuhan ruang dengan kualitas hidup manusia. Pelatihan yang terstruktur membantu para profesional untuk:

  • Adaptasi Teknologi Baru: Memahami penggunaan Geographic Information Systems (GIS) dan Big Data untuk memetakan dinamika penduduk.
  • Ketahanan Terhadap Bencana: Merancang kota yang tangguh (resilient cities) terhadap banjir, gempa bumi, dan kenaikan permukaan laut.
  • Pembangunan Berkelanjutan: Mengintegrasikan konsep Green Building dan transportasi publik yang rendah emisi.

Kurikulum Inti dalam Pelatihan Tata Kota

Sebuah program pelatihan yang efektif biasanya mencakup beberapa pilar utama guna memberikan pemahaman holistik:

1. Perencanaan Transportasi Terpadu

Pelatihan ini fokus pada konsep Transit Oriented Development (TOD), di mana pusat kegiatan masyarakat dibangun di sekitar titik transportasi massal untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

2. Manajemen Lingkungan Urban

Peserta diajarkan untuk mengelola Ruang Terbuka Hijau (RTH), sistem drainase perkotaan (Sistem Drainase Berkelanjutan), dan pengelolaan limbah yang efisien.

3. Aspek Hukum dan Kebijakan

Memahami regulasi seperti Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sangat krusial agar pembangunan tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.

4. Partisipasi Publik dan Sosial

Kota yang baik adalah kota yang inklusif. Pelatihan ini melatih peserta untuk melibatkan warga dalam proses pengambilan keputusan agar pembangunan tepat sasaran.

Silabus Pelatihan Tata Kota Bersama Diorama Sukses Bersinergi

Berikut adalah silabus pelatihan yang dilaksanakan, dengan beberapa modifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta:

  1. Dasar-Dasar Tata Kota: Prinsip Dasar dan Teori Perencanaan Tata Ruang.
  2. Regulasi dan Kebijakan: Kebijakan dan Regulasi Terkait Tata Kota dan Tata Ruang.
  3. Metodologi Perencanaan: Metode dan Teknik Dalam Perencanaan Tata Ruang.
  4. Analisis Kebutuhan dan Sumber Daya: Identifikasi Kebutuhan Masyarakat dan Sumber Daya Untuk Perencanaan Tata Ruang.
  5. Penyusunan Rencana Tata Ruang: Proses dan Teknik Penyusunan Rencana Tata Ruang yang Efektif.
  6. Implementasi dan Pengelolaan: Strategi untuk Mengimplementasikan dan Mengelola Rencana Tata Ruang.
  7. Studi Kasus Perencanaan Tata Kota: Analisis Kasus Nyata dalam Perencanaan Tata Kota.
  8. Evaluasi Rencana: Teknik untuk Mengevaluasi dan Menilai Efektifitas Rencana Tata Ruang.
  9. Inovasi dan Tren: Perkembangan Terbaru dalam Perencanaan Tata Ruang dan Tata Kota

Siapa yang Perlu Mengikuti Pelatihan Ini?

  • Aparatur Sipil Negara (ASN): Terutama mereka yang berdinas di Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Perhubungan.
  • Arsitek dan Pengembang: Agar proyek pembangunan selaras dengan visi jangka panjang kota.
  • Akademisi dan Mahasiswa: Untuk memperbarui pengetahuan dengan tren urbanisme terbaru di lapangan.

Catatan Penting: Keberhasilan tata kota sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Pelatihan ini menjadi jembatan untuk menyamakan persepsi antara insinyur, ekonom, dan sosiolog.

PELATIHAN TATA KOTA DI ERA URBANISASI PESAT

Kesimpulan

Pelatihan tata kota adalah investasi jangka panjang. Kota yang dirancang dengan ilmu yang matang akan menghasilkan lingkungan yang lebih sehat, ekonomi yang lebih kuat, dan masyarakat yang lebih bahagia. Dengan membekali SDM melalui pelatihan yang tepat, kita sedang membangun fondasi bagi peradaban yang berkelanjutan.

Jika ingin mengikuti pelatihan yang sama atau sejenis, segera hubungi Diorama Sukses Bersinergi di:

Email               : dschoolbanking@gmail.com

Whatsapp       : 081318885447 (Isna)

Website          : https://dsbanking.com/    

About the author

Fauzi Hafizh editor

Tanyakan pada kami ?

Kami di sini untuk membantu Anda! Jangan ragu untuk menanyakan apapun kepada kami. Klik di bawah untuk memulai obrolan.

Marketing

Nona

Online

Marketing

Isna

Online

Marketing

Dian

Online

Marketing

Azmi

Online

Nona

Hai, tanyakan pada kami ? 00.00

Isna

Hi, What can i do for you? 00.00

Dian

hai, ada yang bisa kmi bantu untuk mu ? 00.00

Azmi

Hai, tanyakan pada kami ? 00.00