Category Archive Training

TRAINING BUILDING MANAGEMENT

TRAINING BUILDING MANAGEMENT

TRAINING BUILDING MANAGEMENT

Definisi

Building management adalah aktivitas yang melibatkan pengelolaan semua kebutuhan yang terkait dengan sebuah gedung atau properti. Hal ini meliputi jasa pengelolaan gedung, sistem-sistem teknis seperti HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning), sistem keamanan gedung, fasilitas, layanan kebersihan, dan aspek lain yang mempengaruhi operasi dan meningkatkan kenyamanan penghuni gedung.

Manfaat building management bagi pemilik gedung misalnya untuk perusahaan yang bergerak di bidang properti apartemen, antara lain dapat meningkatkan nilai properti, efisiensi operasional, meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan kepuasan penghuni, selain itu dengan menggunakan building management diharapkan dapat membantu perusahaan dalam mengurangi biaya pemeliharaan jangka panjang. 

Dengan pengelolaan yang baik, pemilik dapat menarik penyewa atau pembeli potensial dengan fasilitas yang lebih baik, meningkatkan tingkat okupansi, dan memperoleh pendapatan yang lebih stabil dari sewa atau penjualan unit. Selain itu, building management dapat membantu pemilik dalam menjaga dan meningkatkan kondisi fisik gedung, mengurangi risiko kerusakan atau kecelakaan, serta memastikan bahwa operasional gedung berjalan dengan lancar sesuai dengan standar yang ditetapkan.

GENERAL AFFAIR

Fungsi, Peran Dan Tanggung Jawab General Affair

  • Manajemen Administrasi
  • Pengelolaan Sumber Daya
  • Pengelolaan Fasilitas Dan Aset
  • Pengelolaan Lingkungan Kerja
  • Pengelolaan Transportasi Dan Logistik
  • Keamanan Dan Keselamatan
  • Komunikasi Dan Hubungan Internal

TRAINING BUILDING MANAGEMENT

Kegiatan training

Training Building Management dilaksanakan tanggal 18 Desember 2025 dengan peserta dari PT Mora Telematika Indonesia Tbk bekerjasama dengan Diorama Sukses Bersinergi dimulai pada pukul 09.15 WIB. Diawali dengan pembukaan oleh CS kemudian langsung masuk ke materi terkait dengan Building Management yang disampaikan oleh Trainer. Diawali dengan perkenalan diri trainer kepada para peserta. Setelah itu trainer masuk ke materi dengan menjelaskan apa itu General Affair dalam Building management. Dijelaskan dan disebutkan juga apa saja fungsi dan ruang lingkup pekerjaan dalam General Affair. Kemudian trainer memamparkan terkait Bagaimana Mengelola Aset Perusahaan seperti Pengelolaan Fasilitas kantor, Peralatan, Ruangan, Perabot dan keamanan. Setelah itu trainer menjelaskan BEP atas Investasi dan juga dijelaskan juga formula yang digunakan untuk menghitung BEP atas investasi.

Setelah ishoma. Trainer Kembali melanjutkan training dengan memapaerkan terkain Hierarki Dokumen dalam system Building Management. Kemudian dijelaskan juga oleh trainer apa saja aspek dalam Pemelihataan Peralatan Bangunan pada Building Management yaitu Pemeliharaan Panel, Genset, Trasportasi, Sistem Tata Udara dan Sistem Plumbing. Setelah itu trainer menjelaskan terkait dengan Fire Protection System Dimana ada beberapa aspek didalamnya yaitu Pemeriksaan Pompa Pemadam, Panel Kontrol, Tanki Air, Sprinkler dan Hydrant. Kemudian dijelaskan juga untuk perawatan Fire Protection System diantaranya pemeriksaan rutin, pembersihan, pemeriksaan instalasi pemipaan, kalibrasi dan update software. Setelah itu ada Fire Alarm System Dijelaskan fungsi dari Fire Protection System yaitu Deteksi kebakaran, pemberi informasi, pemberi peringatan, pengendalian akses dan evakuasi. 

jika anda atau perusahaan anda ada kebututuhan terkait pelatihan Building Management sebagai berikut, segera daftarkan sekarang juga dan bisa hubungi langsung tim  marketing kami +62 851-8665-7577 (Dian) atau bisa kunjungi website kami di https://dsbanking.com/.

PELATIHAN TATA KOTA DI ERA URBANISASI PESAT

PELATIHAN TATA KOTA DI ERA URBANISASI PESAT

PELATIHAN TATA KOTA DI ERA URBANISASI PESAT

Di tengah laju urbanisasi yang tidak terbendung, kota-kota modern menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Mulai dari kemacetan yang melumpuhkan, pemukiman kumuh, hingga ancaman perubahan iklim. Dalam konteks ini, pelatihan tata kota (urban planning training) bukan lagi sekadar pelengkap administratif, melainkan kebutuhan mendesak bagi para pemangku kebijakan, praktisi, dan akademisi.

In House Training di Universitas Negeri Jakarta

Pada tanggal 17-18 Desember 2025, Universitas Negeri Jakarta mengadakan in house training bersama Lembaga pelatihan Diorama Sukses Bersinergi dengan judul Pelatihan Tata Kota. Pelatihan ini diselenggarakan di kampus A Universitas Negeri Jakarta. Peserta pelatihan adalah tim pengelola aset UNJ yang bertanggung jawab dalam pengelolaan asset dan perencanaan pembangunan kampus baik yang sudah terbangun maupun yang sedang dalam perencanaan.

Pelatihan berlangsung sangat menarik, terutama masalah perizinan. Hal ini karena memang masalah perizinan di Indonesia sangat rumit. Bahkan sekelas Universitas Negeri Jakarta yang notabene adalah milik pemerintah, proses mendapatkan perizinannya sangat Panjang. Itulah sebabnya pembangunan kampus terasa lambat. Diharapkan dengan mengikuti pelatihan ini peserta dapat mengurus perizinan proyek pengembangan kampus dapat lebih cepat, efektif dan efisien.

Mengapa Pelatihan Tata Kota Sangat Penting?

Tata kota bukan hanya soal menggambar peta atau membangun gedung tinggi. Ini adalah seni dan sains dalam menyeimbangkan kebutuhan ruang dengan kualitas hidup manusia. Pelatihan yang terstruktur membantu para profesional untuk:

  • Adaptasi Teknologi Baru: Memahami penggunaan Geographic Information Systems (GIS) dan Big Data untuk memetakan dinamika penduduk.
  • Ketahanan Terhadap Bencana: Merancang kota yang tangguh (resilient cities) terhadap banjir, gempa bumi, dan kenaikan permukaan laut.
  • Pembangunan Berkelanjutan: Mengintegrasikan konsep Green Building dan transportasi publik yang rendah emisi.

Kurikulum Inti dalam Pelatihan Tata Kota

Sebuah program pelatihan yang efektif biasanya mencakup beberapa pilar utama guna memberikan pemahaman holistik:

1. Perencanaan Transportasi Terpadu

Pelatihan ini fokus pada konsep Transit Oriented Development (TOD), di mana pusat kegiatan masyarakat dibangun di sekitar titik transportasi massal untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

2. Manajemen Lingkungan Urban

Peserta diajarkan untuk mengelola Ruang Terbuka Hijau (RTH), sistem drainase perkotaan (Sistem Drainase Berkelanjutan), dan pengelolaan limbah yang efisien.

3. Aspek Hukum dan Kebijakan

Memahami regulasi seperti Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sangat krusial agar pembangunan tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.

4. Partisipasi Publik dan Sosial

Kota yang baik adalah kota yang inklusif. Pelatihan ini melatih peserta untuk melibatkan warga dalam proses pengambilan keputusan agar pembangunan tepat sasaran.

Silabus Pelatihan Tata Kota Bersama Diorama Sukses Bersinergi

Berikut adalah silabus pelatihan yang dilaksanakan, dengan beberapa modifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta:

  1. Dasar-Dasar Tata Kota: Prinsip Dasar dan Teori Perencanaan Tata Ruang.
  2. Regulasi dan Kebijakan: Kebijakan dan Regulasi Terkait Tata Kota dan Tata Ruang.
  3. Metodologi Perencanaan: Metode dan Teknik Dalam Perencanaan Tata Ruang.
  4. Analisis Kebutuhan dan Sumber Daya: Identifikasi Kebutuhan Masyarakat dan Sumber Daya Untuk Perencanaan Tata Ruang.
  5. Penyusunan Rencana Tata Ruang: Proses dan Teknik Penyusunan Rencana Tata Ruang yang Efektif.
  6. Implementasi dan Pengelolaan: Strategi untuk Mengimplementasikan dan Mengelola Rencana Tata Ruang.
  7. Studi Kasus Perencanaan Tata Kota: Analisis Kasus Nyata dalam Perencanaan Tata Kota.
  8. Evaluasi Rencana: Teknik untuk Mengevaluasi dan Menilai Efektifitas Rencana Tata Ruang.
  9. Inovasi dan Tren: Perkembangan Terbaru dalam Perencanaan Tata Ruang dan Tata Kota

Siapa yang Perlu Mengikuti Pelatihan Ini?

  • Aparatur Sipil Negara (ASN): Terutama mereka yang berdinas di Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Perhubungan.
  • Arsitek dan Pengembang: Agar proyek pembangunan selaras dengan visi jangka panjang kota.
  • Akademisi dan Mahasiswa: Untuk memperbarui pengetahuan dengan tren urbanisme terbaru di lapangan.

Catatan Penting: Keberhasilan tata kota sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Pelatihan ini menjadi jembatan untuk menyamakan persepsi antara insinyur, ekonom, dan sosiolog.

PELATIHAN TATA KOTA DI ERA URBANISASI PESAT

Kesimpulan

Pelatihan tata kota adalah investasi jangka panjang. Kota yang dirancang dengan ilmu yang matang akan menghasilkan lingkungan yang lebih sehat, ekonomi yang lebih kuat, dan masyarakat yang lebih bahagia. Dengan membekali SDM melalui pelatihan yang tepat, kita sedang membangun fondasi bagi peradaban yang berkelanjutan.

Jika ingin mengikuti pelatihan yang sama atau sejenis, segera hubungi Diorama Sukses Bersinergi di:

Email               : dschoolbanking@gmail.com

Whatsapp       : 081318885447 (Isna)

Website          : https://dsbanking.com/    

PELATIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DAN HUKUM KETENAGAKERJAAN

PELATIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DAN HUKUM KETENAGAKERJAAN

PELATIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DAN HUKUM KETENAGAKERJAAN

Hubungan industrial adalah suatu sistem hubungan yang terbentuk antara para pelaku dalam proses produksi barang dan/atau jasa yang terdiri dari unsur pengusaha, pekerja/buruh, dan pemerintah yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (vide Pasal 1 angka 16 UU 13/2003).

Tujuan hubungan industrial adalah mengemban cita-cita proklamasi kemerdekaan Indonesia mewujudkan masyarakat adil Makmur dengan penciptaan ketenangan, ketenteraman, ketertiban, kegairahan kerja, serta ketenangan usaha, meningkatkan produksi atau produktivitas dan meningkatkan kesejahteraan pekerja, serta derajatnya sesuai dengan martabat manusia.

Pelatihan hubungan industrial dan hukum ketenagakerjaan merupakan salah satu program penting bagi perusahaan, serikat pekerja, maupun individu yang ingin memahami dinamika dunia kerja secara komprehensif. Hubungan industrial sendiri mencakup interaksi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dalam rangka menciptakan iklim kerja yang harmonis, produktif, serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sementara itu, hukum ketenagakerjaan menjadi landasan normatif yang mengatur hak dan kewajiban para pihak dalam hubungan kerja.

Perselisihan hubungan industrial adalah perbedaan pendapat yang mengakibatkan pertentangan antara pengusaha atau gabunganpengusaha dengan pekerja/buruh

atau serikat pekerja/serikat buruh karena adanya perselisihan mengenai hak, perselisihankepentingan, perselisihan pemutusan hubungan kerja dan perselisihan antar serikat pekerja/serikat buruh dalam satu Perusahaan (vide Pasal 1 angka 1 UU 2/2004)

Ciri-Ciri Hubungan Industrial adalah :

  1. Hubungan industrial mengakui dan meyakini bahwa pekerja bukan hanya sekedar mencari nafkah, melainkan bentuk pengabdian manusia kepada Tuhannya, sesamanya, masyarakat, bangsa dan negara.
  2. Pekerja bukan hanya sekedar faktor produksi belaka, tetapi sebagai manusia pribadi dengan segala harkat dan martabatnya.
  3. Didasarkan kepada kepentingan yang sama, yaitu kemajuan perusahaan.
  4. Setiap perbedaan pendapat harus diselesaikan dengan musyawarah guna mufakat secara kekeluargaan.
  5. Terdapat keseimbangan antara hak dan kewajiban para pihak dalam perusahaan.

Penyelesaian perselisihan terbagi menjadi 4 yaitu :

  1. Kemampuan melakukan negosiasi
  2. Menguasai pokok permasalahan
  3. Memiliki konsep penyelesaian dan menguasai prosedur, serta mekanisme penyelesaian perselisihan
  4. Memahami ketentuan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan, termasuk dan tidak terbatas ILO, Putusan MK RI dan referensi lainnya

Dasar hukum pemutusan hubungan kerja antara lain :

  1. UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU 13/2003”) juncto UU No. 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang (“UU 6/2023”);
  2. Peraturan Pemerintah, khususnya PP No. 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja (“PP 35/2021”) dan PP terkait lainnya
  3. Peraturan perundang-undangan lainnya, dikorelasikan denganmaksud dan alasan PHK, termasuk dan tidak terbatas Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, HIR, RBG, Putusan MK RI, Konvensi ILO dan lainnya

Materi yang di bahas dalam pelatihan ini adalah :

  1. Pengantar hubungan industrial di Indonesia
  2. Prinsip-prinsip dasar hukum ketenagakerjaan
  3. Hak dan kewajiban pekerja serta pengusaha
  4. Bentuk-bentuk hubungan kerja dan perjanjian kerja
  5. Serikat pekerja atau serikat buruh dan perannya
  6. Perundingan bipatrit dan tripartite
  7. Penyusunan dan implementasi peraturan Perusahaan (PP) dan perjanjian kerja Bersama
  8. Mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial
  9. Peutusan hubungan kerja (PHK) dan hak-hak pekerja
  10. Peran lengkap penyelesaian perselisihan (PHI, Mediator, arbitrase)
  11. Tinjauan terhadap UU No.13 tahun 2023 dan UU Cipta Kerja
  12. Studi kasus sengketa ketenegakerjaan dan solusinya
  13. Strategi membangun hubungan industrial yang harmonis dan industrial
  14. Kepatuhan hukum dan manajemen risiko ketenagakerjaan
  15. Praktik negosiasi dan mediasi perselisihan tenaga kerja

PELATIHAN HUBUNGAN INDUSTRIAL DAN HUKUM KETENAGAKERJAAN

Pelatihan Hubungan Industrial dan Hukum Ketenagakerjaan dilaksanakan tanggal 17-18 Desember 2025 bersama dengan PT Indonesia Asahan Alumunium bekerjasama dengan Diorama Sukses Bersinersi, di hadiri oleh bapak Instruktur berpengalaman di bidang ketenagakerjaan. pelatihan berjalan dengan lancar dan peserta pun aktif menyampaikan permasalahan yang di hadapi di lingkungan pekerjaannya.

Secara keseluruhan, Pelatihan hubungan industrial dan hukum ketenagakerjaan bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman regulasi, mencegah konflik antara pekerja dan pengusaha, serta mendukung terciptanya hubungan kerja yang harmonis dan produktif. Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan memperoleh kepercayaan diri, keterampilan strategis, serta kesiapan untuk menghadapi tantangan dalam pengembangan bisnis dengan pendekatan yang lebih profesional dan sistematis.

Jangan lewatkan kesempatan besar ini untuk menciptakan  tim yang profesional, segera daftarkan diri anda  dan tim terbaik dari perusahaan anda dalam pelatihan Hubungan Industrial dan Hukum Ketenagakerjaan  dan jadilah citra positif dan Karyawan yang handal.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Isna +62 81318885447 atau dapat langsung mengunjungi website kami https://dsbanking.com/.

TRAINING SERVICE EXCELLENCE

TRAINING SERVICE EXCELLENCE

TRAINING SERVICE EXCELLENCE

Di era persaingan bisnis yang semakin ketat, kualitas produk saja tidak lagi cukup untuk memenangkan hati pelanggan. Pelayanan yang unggul atau service excellence telah menjadi faktor pembeda utama yang menentukan keberhasilan sebuah organisasi.Service Excellence adalah kemampuan organisasi dan seluruh karyawannya dalam memberikan pelayanan terbaik yang melebihi harapan pelanggan. Pelayanan ini tidak hanya berfokus pada kecepatan atau ketepatan, tetapi juga mencakup sikap, komunikasi, empati, dan solusi yang diberikan kepada pelanggan.

Pelayanan prima menuntut konsistensi, profesionalisme, serta komitmen dari seluruh lini organisasi. Training Service Excellence bertujuan untuk membekali karyawan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan agar mampu memberikan pelayanan berkualitas tinggi dalam berbagai situasi, termasuk saat menghadapi keluhan atau pelanggan yang sulit. Oleh karena itu, Training Service Excellence menjadi kebutuhan strategis bagi perusahaan dan institusi yang ingin meningkatkan kepuasan pelanggan, membangun citra positif, serta menciptakan loyalitas jangka panjang.

Masalah yang dihadapi peserta adalah peserta belum mampu memahami Memahami konsep dan standar pelayanan prima.Selain itu peserta juga merasa perlu untuk belajar memahami dan melakukan pengetahuan tentang pentingnya layanan berkualitas yang dituntut konsumen. Oleh karena itu, Training Service Excellence menjadi kebutuhan strategis bagi perusahaan dan institusi yang ingin meningkatkan kepuasan pelanggan, membangun citra positif, serta menciptakan loyalitas jangka panjang.

Training Service Excellence berlangsung selama 2 hari yaitu tanggal 16 dan 17 Desember 2025 Diikuti oleh 2 peserta dari Prudential, dan di isi oleh instruktur & Tim. pelatihan ini berjalan dengan baik dan diisi banyak diskusi antara peserta dan instruktur. Peserta merasa puas karena instruktur yang diberikan memiliki kapabilitas yang tinggi di bidangnya sehingga diskusi berjalan dengan sangat baik. selain itu materi yang disampaikan juga sesuai dengan harapan peserta, sehingga bisa diaplikasikan pada pekerjaan para peserta yang mengikuti pelatihan.

Beberapa materi yang dibahas dalam pelatihan ini antara lain:

  1. Konsep dan Prinsip Service Excellence (Layanan Prima)
  2. Kenali Kebutuhan, Keinginan dan Harapan Pelanggan
  3. Bentuk & Model Layanan Pelanggan
  4. Characteristic & Component Service Excellent
  5. Dimensi dan Ukuran Kualitas Service Excellent
  6. Teknik Komunikasi Dalam Layanan Pelanggan
  7. SMART Handling Complaint
  8. Penampilan Professional
    • Cara Penampilan Diri
    • Cara Berpakaian
    • Cara Merawat Tubuh

TRAINING SERVICE EXCELLENCE

Pelatihan ini menggunakan metode yang interaktif dan aplikatif, sehingga peserta dapat lebih mudah memahami materi. Instruktur berpengalaman akan menyampaikan materi secara sistematis, sementara peserta akan mengikuti diskusi kelompok untuk mendalami konsep. Selain itu, pelatihan ini juga mencakup simulasi serta studi kasus yang membantu peserta memahami penerapan konsep secara langsung dalam dunia kerja..

Jika Anda tertarik untuk mengikuti pelatihan ini silahkan hubungi marketing kami melalui :

Isna

WA           :  081318885447

Email      : dschoolbanking@gmail.com

Website  : https://dsbanking.com/

TRAINING PERLINDUNGAN KONSUMEN

TRAINING PERLINDUNGAN KONSUMEN

TRAINING PERLINDUNGAN KONSUMEN

Pelatihan Perlindungan Konsumen yang diselenggarakan secara online melalui Zoom Meeting pada tanggal 16–17 Desember 2025 bersama Diorama Sukses Bersinergi, diikuti oleh peserta dari PT BNI Life Insurance. Pelatihan ini merupakan kegiatan peningkatan kompetensi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan prinsip-prinsip perlindungan konsumen, khususnya di sektor jasa keuangan dan asuransi.

Dalam era industri keuangan yang semakin kompetitif dan teregulasi ketat, perusahaan dituntut untuk tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memastikan hak-hak konsumen terlindungi secara optimal. Pemahaman terhadap regulasi perlindungan konsumen menjadi hal yang sangat penting guna menjaga kepercayaan nasabah, meminimalkan potensi sengketa, serta meningkatkan reputasi perusahaan.

Laporan ini disusun untuk memberikan gambaran lengkap mengenai pelaksanaan pelatihan, motivasi peserta, permasalahan yang dihadapi di lapangan, solusi yang diberikan oleh instruktur, serta manfaat yang diperoleh setelah mengikuti pelatihan Perlindungan Konsumen.

Pelatihan ini menjadi sangat penting karena perusahaan jasa keuangan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga hak konsumen, transparansi informasi, serta penyelesaian pengaduan secara adil dan tepat waktu. Tanpa pemahaman yang memadai, perusahaan berisiko menghadapi keluhan nasabah, sanksi regulator, hingga penurunan kepercayaan publik.

Motivasi Peserta Mengikuti Pelatihan

Peserta pelatihan Perlindungan Konsumen ini berasal dari berbagai divisi di PT BNI Life Insurance, antara lain divisi layanan nasabah, pemasaran, kepatuhan, manajemen risiko, operasional, serta manajemen. Motivasi peserta dalam mengikuti pelatihan ini antara lain:

  1. Meningkatkan pemahaman terkait hak dan kewajiban konsumen
    Peserta ingin memahami secara menyeluruh bagaimana perusahaan wajib melindungi hak konsumen sesuai dengan regulasi yang berlaku.
  2. Memastikan kepatuhan terhadap regulasi perlindungan konsumen
    Peserta ingin mengetahui dan menerapkan peraturan dari OJK serta ketentuan hukum lain yang berkaitan dengan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.
  3. Meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah
    Dengan pemahaman yang baik, peserta berharap dapat memberikan pelayanan yang lebih transparan, adil, dan profesional.
  4. Mengurangi potensi pengaduan dan sengketa konsumen
    Peserta menyadari bahwa penanganan konsumen yang kurang tepat dapat menimbulkan komplain, sengketa hukum, dan kerugian reputasi perusahaan.
  5. Menghadapi permasalahan nyata di lapangan, seperti:
    • Keluhan nasabah terkait produk asuransi
    • Kesalahpahaman informasi manfaat dan risiko produk
    • Proses penanganan pengaduan yang belum optimal
    • Kurangnya pemahaman konsumen terhadap hak dan kewajibannya

Pelatihan ini menjadi sarana yang tepat untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Permasalahan yang Dihadapi Peserta / Perusahaan

Berdasarkan diskusi dan interaksi selama pelatihan, terdapat beberapa permasalahan umum yang sering dihadapi perusahaan, antara lain:

  1. Kurangnya pemahaman menyeluruh mengenai regulasi perlindungan konsumen
    Beberapa peserta mengakui masih adanya keterbatasan pemahaman terkait aturan dan kewajiban perusahaan terhadap konsumen.
  2. Komunikasi produk yang belum sepenuhnya transparan
    Informasi terkait manfaat, risiko, dan ketentuan produk terkadang belum dipahami dengan baik oleh konsumen.
  3. Penanganan pengaduan konsumen yang belum terstandarisasi
    Prosedur penanganan keluhan belum sepenuhnya terstruktur dan terdokumentasi dengan baik.
  4. Potensi konflik antara kepentingan bisnis dan kepentingan konsumen
    Perusahaan sering dihadapkan pada dilema antara target bisnis dan perlindungan hak konsumen.
  5. Kurangnya sosialisasi internal terkait perlindungan konsumen
    Tidak semua karyawan memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya perlindungan konsumen.

Permasalahan ini menunjukkan pentingnya pelatihan Perlindungan Konsumen bagi seluruh lini organisasi.

Solusi dari Diorama Sukses Bersinergi

Untuk menjawab berbagai permasalahan tersebut, instruktur memberikan solusi dan materi yang komprehensif, antara lain:

  1. Pemahaman regulasi dan prinsip perlindungan konsumen
    Peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai regulasi perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.
  2. Penerapan prinsip transparansi dan keadilan
    Peserta diarahkan untuk memahami pentingnya penyampaian informasi produk yang jelas, jujur, dan mudah dipahami oleh konsumen.
  3. Penguatan sistem penanganan pengaduan konsumen
    Peserta mempelajari alur penanganan pengaduan yang efektif, terstruktur, dan sesuai dengan ketentuan regulator.
  4. Studi kasus dan diskusi interaktif
    Instruktur menyajikan studi kasus nyata sehingga peserta dapat memahami penerapan perlindungan konsumen dalam situasi sehari-hari.
  5. Peningkatan kesadaran budaya perlindungan konsumen
    Peserta didorong untuk menjadikan perlindungan konsumen sebagai bagian dari budaya kerja perusahaan.

Testimoni Peserta

Beberapa peserta menyampaikan kesan positif setelah mengikuti pelatihan ini, antara lain:

“Pelatihan ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan kami tentang pentingnya perlindungan konsumen dalam industri asuransi.”

“Materi disampaikan dengan jelas dan mudah dipahami. Studi kasus yang diberikan sangat relevan dengan kondisi di lapangan.”

Manfaat Pelatihan Perlindungan Konsumen

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami regulasi dan prinsip perlindungan konsumen secara menyeluruh
  • Meningkatkan kualitas layanan dan komunikasi kepada nasabah
  • Menangani pengaduan konsumen secara profesional dan terstruktur
  • Mengurangi potensi sengketa dan risiko hukum
  • Meningkatkan kepercayaan dan loyalitas konsumen
  • Menjaga reputasi perusahaan di industri jasa keuangan

TRAINING PERLINDUNGAN KONSUMEN

Pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan perusahaan jasa keuangan yang dituntut untuk patuh terhadap regulasi, berorientasi pada konsumen, serta menjaga keberlanjutan bisnis.

Bagi perusahaan atau individu yang ingin meningkatkan kompetensi dalam Perlindungan Konsumen atau membutuhkan pelatihan serupa, silakan menghubungi tim marketing kami di +62 813-1888-5447 (Isna) atau melalui website resmi https://dsbanking.com/.

Kami siap membantu perusahaan Anda untuk meningkatkan kualitas layanan, kepatuhan regulasi, dan kepercayaan konsumen secara berkelanjutan.

TRAINING MENGEMBANGKAN KAPABILITAS EKSEKUSI DI DALAM ORGANISASI

TRAINING MENGEMBANGKAN KAPABILITAS EKSEKUSI DI DALAM ORGANISASI

TRAINING MENGEMBANGKAN KAPABILITAS EKSEKUSI DI DALAM ORGANISASI

Suatu organisasi dalam era modern saat ini semakin banyak tantangan dalam mencapai hasil yang sesuai harapan dalam organisasi atau perusahaan tersebut. Organisasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan yang selalu menuntut hal terbaru (up to date), termasuk bagaimana memastikan SDM yang kompeten, sistem yang efektif, budaya yang kuat serta inovasi yang berkelanjutan sebagai bagian internal dari organisasi untuk dapar beradaptasi, bersaing dalam mencapai tujuan tersebut. Tanpa hal tersebut, strategi tersebut hanya sebuah lembar dokumen dan akan mengalami kesulitan serta tertinggal dari para pesaing.

Kemampuan atau kecapakan yang mencakup pengetahuan, keterampilan serta perilaku sumber daya baik individu maupun organisasi dalam beradaptasi terhadap perubahan atau yang lebih singkatnya dikenal dengan kapabilitas sangatlah penting. Kapabilitas lebih dari sekedar skill, bukan tentang hanya bisa melakukan sesuatu, tetapi juga memahami detail, proses dan perilaku yang dibutuhkan untuk suatu keberhasilan peran dan konteks yang lebih luas. 

Pengembangan dari suatu kapabilitas dalam melakukan sebuah eksekusi sangatlah krusial karena akan menjembatani strategi dan implementasi. Dengan adanya kapabilitas, memastikan rencana dapat diterjemahkan menjadi tinakan nyata dan terukur. Selain itu kapabilitas harus memiliki sumber daya (SDM, proses, teknologi, budaya, pembelajaran) yang kompetitif dan perlu dikembangkan dengan baik sehungga menjadi pembeda (unique point) yang sulit ditiru oleh pesaing. Tidak kalah penting nya dari adanya kapabilitas ini tentu saja mampu membangun suatu budaya yang tepat seperti memunculkan budaya partisipatif dimana semuanya dapat terlibat, pemberdayaan serta toleransi terhadap kesalahan terukur (calculated risk) yang mendorong karyawan berinistiafif. Satu hal lagi yang tidak kalah penting, bahwa kapabiltas akan menjadi hal yang berkelanjutan dalam jangka waktu yang panjang, dimana tidak hanya sebagai ‘pemadam kebakaran’ tetapi juga menjadi tantangan yang siap dihadapi oleh organisasi untuk dapat menjaga relevansi mereknya.

Seperti yang disampaikan sebelumnya, bahwa suatu kapabilitas bukan sebuah dokumen biasa tetapi perlu proses, pelatihan dalam melaksanakan eksekusi pada organisasi atau perusahaan. Pelatihan dalam mengembangkan kapabilitas dalam organisasi akan mampu membekali para peserta dengan pendekatan strategis dan praktis agar organisasi mampu menerjemahkan strategi menjadi hasil nyata secara konsisten. Selain itu, pelatihan ini mengintegrasikan temuan penelitian ilmiah yang relevan. Studi dari Harvard Business Review menunjukkan bahwa lebih dari 60% kegagalan strategi tidak disebabkan oleh kualitas strategi itu sendiri, melainkan oleh lemahnya kapabilitas eksekusi di tingkat organisasi. Selanjutnya, riset Kaplan & Norton membuktikan bahwa organisasi dengan disiplin eksekusi yang kuat mampu meningkatkan pencapaian kinerja hingga lebih dari 30% dibanding organisasi yang tidak memiliki sistem eksekusi yang terstruktur.

Materi Pelatihan : 

  1. Konsep Kapabilitas Eksekusi
  2. Faktor Kapabilitas Eksekusi
  3. Strategi Eksekusi & Kepemimpinan
  4. Kelola Tim Kerja
  5. PDCA 
  6. Evaluasi Kinerja Eksekusi
  7. Implementasi Strategi Efektif
  8. Identifikasi Risiko
  9. Proses Adaptasi Perubaha

Diorama Sukses Bersinergi, sebagai Salah satu provider atau penyedia jasa pelatihan pada tanggal 15 – 16 Desember  2025 menyelenggarakan Training Mengembangkan Kapabilitas Eksekusi di Dalam Organisasi, bersama Kementrian Kesehatan RI. Pada pelatihan yang dilaksanan secara In House Training ini diikuti oleh 28 peserta yang merupakan i kantor Kementrian Kesehatan RI yang berlokasi di Kuningan, Jakarta Selatan. Pada pelatihan ini peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu membangun pola kerja yang mendorong kecepatan, ketepatan, dan konsistensi dalam mengeksekusi strategi organisasi yang mana pelaksanaan pelatihan ini berlangsung secara interaktif dengan pembahasan studi kasus secara berkelompok. Pada akhirnya, pelatihan ini membantu organisasi bergerak lebih fokus, lebih tangkas, dan lebih berorientasi pada hasil.

Tujuan daripada training ini yaitu diharapkan para peserta memiliki kemapuan untuk mengembagkan dan menerjemahkan visi dan strategu menjadi suatu rencana aksi yang jelas, terukur, dan relaistis. Selain itu Memperkuat keterampilan monitoring dan pengendalian kinerja, agar organisasi mampu melakukan koreksi secara cepat dan tepat. Dan pada akhirnya para peserta memiliki tools praktis, sehingga mereka mampu memastikan keberlanjutan eksekusi di berbagai level organisasi.

TRAINING MENGEMBANGKAN KAPABILITAS EKSEKUSI DI DALAM ORGANISASI

segera daftarkan tim Anda dan jadikan eksekusi sebagai keunggulan kompetitif organisasi. Investasikan langkah hari ini untuk memastikan kinerja yang lebih terukur, keputusan yang lebih cepat, serta hasil bisnis yang berkelanjutan di masa depan.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 081318885447 (Isna) atau juga dapat mengunjungi website kami di https://dsbanking.com/.

TRAINING PROFESSIONAL RECEPTIONIST DAN OPERATOR

TRAINING PROFESSIONAL RECEPTIONIST & OPERATOR

TRAINING PROFESSIONAL RECEPTIONIST DAN OPERATOR

Professional Receptionist & Operator merupakan salah satu pelatihan pengembangan kompetensi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menjalankan peran sebagai receptionist dan operator secara profesional, komunikatif, serta berorientasi pada pelayanan prima. Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan teknis dan interpersonal yang dibutuhkan dalam menghadapi berbagai situasi pelayanan di lingkungan kerja.

Pelatihan ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai peran strategis receptionist dan operator sebagai garda terdepan organisasi. Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar pelayanan pelanggan, etika dan sikap profesional, teknik komunikasi efektif, serta pengelolaan informasi dan administrasi secara tertib dan akurat. Peserta diajak memahami pentingnya kesan pertama (first impression) dalam membangun citra positif perusahaan.

Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh pemahaman mendalam mengenai teknik komunikasi verbal dan nonverbal, cara menangani tamu dan panggilan telepon secara efektif, serta strategi menghadapi keluhan dan situasi sulit dengan sikap yang tenang dan solutif. Pembahasan juga mencakup pengelolaan waktu, pengaturan prioritas pekerjaan, serta koordinasi yang baik dengan unit kerja terkait guna mendukung kelancaran operasional perusahaan. 

Pelatihan Professional Receptionist & Operator juga menekankan pentingnya pelayanan yang konsisten, ramah, dan profesional sesuai dengan standar layanan perusahaan. Peserta dibekali kemampuan untuk menerapkan etika kerja, menjaga kerahasiaan informasi, serta menampilkan sikap kerja yang mencerminkan nilai-nilai profesionalisme dan integritas. sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan, membangun citra positif perusahaan, serta mendukung kelancaran komunikasi dan operasional organisasi secara berkelanjutan.

Dari sisi organisasi, pelatihan ini memberikan nilai tambah berupa peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam bidang pelayanan dan komunikasi. Receptionist dan operator yang kompeten dan profesional berperan penting dalam menciptakan pengalaman positif bagi tamu, mitra, dan pelanggan, serta mendukung citra perusahaan yang kredibel dan terpercaya.

Materi utama yang dibahas oleh trainer bersama peserta dalam pelatihan Professional Receptionist & Operator meliputi beberapa hal seperti:

  1. Peran dan Tanggung Jawab Receptionist & Operator Fungsi strategis, etika profesi, dan standar kerja.
  2. Komunikasi Efektif dan Pelayanan Prima Teknik komunikasi verbal dan nonverbal, serta customer handling.
  3. Teknik Penanganan Telepon dan Tamu Prosedur penerimaan, penyampaian informasi, dan pengelolaan pesan.
  4. Etika, Sikap, dan Penampilan Profesional Grooming, bahasa tubuh, dan perilaku kerja. 
  5. Penanganan Keluhan dan Situasi Sulit Strategi menghadapi komplain secara profesional dan solutif.
  6. Manajemen Waktu dan Administrasi Dasar Pengelolaan jadwal, dokumen, dan koordinasi internal. 
  7. Studi Kasus dan Simulasi Praktik pelayanan, role play, dan evaluasi keterampilan peserta.

Pelatihan Professional Receptionist & Operator diselenggarakan pada tanggal 15 sd 16 Desember 2025 oleh Diorama Training dan diikuti oleh peserta dari PT. Dua Kelinci. Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan aplikatif, di mana peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga berlatih langsung melalui simulasi pelayanan, komunikasi, dan penanganan kasus yang sering terjadi di lingkungan kerja mereka. 

TRAINING PROFESSIONAL RECEPTIONIST DAN OPERATOR

Melalui pembekalan pelatihan Professional Receptionist & Operator, peserta diharapkan mampu menjalankan peran sebagai frontliner yang profesional, komunikatif, dan berorientasi pada kualitas pelayanan, serta berkontribusi dalam membangun citra positif dan mendukung kelancaran operasional organisasi secara berkelanjutan. Serta mampu mengambil keputusan teknis yang tepat berbasis data monitoring dan evaluasi risiko geoteknik di lapangan.

FAQ Tentang Training Professional Receptionist dan Operator

Q : Apa itu Training Professional Receptionist dan Operator?
A : Training Professional Receptionist dan Operator adalah program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam memberikan pelayanan profesional, mengelola komunikasi, menerima tamu, menangani panggilan telepon, serta membangun citra positif perusahaan.

Q : Siapa yang sebaiknya mengikuti Training Professional Receptionist dan Operator?
A : Pelatihan ini cocok untuk receptionist, telephone operator, front office staff, customer service, administrator, sekretaris, office assistant, serta karyawan yang berinteraksi langsung dengan tamu, pelanggan, atau mitra bisnis.

Q : Apa manfaat mengikuti Training Professional Receptionist dan Operator?
A : Peserta akan mampu memberikan pelayanan yang lebih profesional, meningkatkan kemampuan komunikasi, membangun kesan pertama yang positif, menangani tamu dan pelanggan dengan percaya diri, serta mendukung citra perusahaan.

Q : Berapa minimal running pelatihan ini ?
A : Pelatihan ini akan running idealnya minimal dengan 3 peserta, tetapi bisa disesuaikan dengan kebutuhan peserta

Q : Apakah bisa jika saya hanya ingin pelatihan Professional Receptionist dan Operator sendiri aja / private course ?
A : Bisa, kami akan membantu menyelenggarakan pelatihan 1 hari jika ada persetujuan dari klien

Q : Dimana saja pelatihan biasanya di selenggarakan?
A : Pelatihan kami selenggarakan di beberapa kota besar di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bali, Lombok dan beberapa negara seperti Singapore dan Malaysia

Q : Apakah bisa diselenggarakan selain di kota lain?
A : Penyelenggaraan pelatihan bisa diadakan di kota lain dengan minimal kuota 5 orang setiap kelas

Q : Apakah bisa juga diselenggarakan secara IHT/ In House Training di Perusahaan klien ?
A : Bisa diselenggarakan secara IHT di Perusahaan klien

Q : Apakah jadwal bisa disesuaikan dengan kebutuhan klien ?
A : Jadwal pelatihan dapat di sesuaikan dengan kebutuhan klien.

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelatihan juga dapat menghubungi nomor berikut +62 851-8665-7577 (Dian) atau mengunjungi website resmi kami di  https://dsbanking.com/.

TRAINING PROFESSIONAL SECRETARY

TRAINING PROFESSIONAL SECRETARY

TRAINING PROFESSIONAL SECRETARY

Pelatihan Professional Secretary yang diselenggarakan oleh Diorama Sukses Bersinergi telah dilaksanakan dengan baik pada Jum’at, 12 Desember 2025. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring dan diikuti oleh satu peserta personal, dengan metode pembelajaran interaktif yang memungkinkan proses penyampaian materi dan diskusi berjalan secara efektif. Walaupun hanya diikuti oleh satu peserta, pelatihan berlangsung intensif dan fokus. Pola pembelajaran satu peserta memungkinkan pendalaman materi yang lebih optimal, di mana peserta dapat secara langsung menyampaikan kendala dan kebutuhan yang dihadapi dalam menjalankan tugas kesekretariatan. Instruktur pun dapat menyesuaikan penyampaian materi dan contoh kasus secara spesifik sesuai dengan kondisi kerja peserta.

Latar Belakang Pelatihan

Peran sekretaris profesional memiliki posisi yang sangat penting dalam mendukung kelancaran operasional organisasi. Seorang sekretaris tidak hanya bertanggung jawab terhadap pekerjaan administrasi, tetapi juga berperan sebagai penghubung komunikasi antara pimpinan dengan berbagai pihak, pengelola informasi, serta pendukung utama dalam pengambilan keputusan manajerial. Oleh karena itu, sekretaris dituntut memiliki kompetensi yang memadai, baik dari sisi keterampilan teknis, komunikasi, maupun sikap profesional.

Dalam praktiknya, masih banyak sekretaris yang menjalankan tugas berdasarkan kebiasaan kerja tanpa dibekali pemahaman standar kesekretariatan yang profesional. Hal ini dapat menimbulkan berbagai permasalahan, seperti ketidakteraturan administrasi, kesalahan komunikasi, pengelolaan waktu yang kurang efektif, serta risiko kebocoran informasi penting. Kondisi tersebut tentu dapat memengaruhi kinerja pimpinan dan citra organisasi secara keseluruhan.

Seiring dengan perkembangan dunia kerja dan tuntutan profesionalisme yang semakin tinggi, sekretaris dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan, menguasai keterampilan administrasi modern, serta memahami etika dan kerahasiaan kerja. Sekretaris juga diharapkan memiliki kemampuan interpersonal yang baik, mampu bekerja secara mandiri maupun dalam tim, serta sigap dalam menghadapi berbagai situasi kerja.

Berdasarkan kondisi tersebut, pelatihan Professional Secretary diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sekretaris dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai peran sekretaris profesional, membekali peserta dengan keterampilan praktis yang aplikatif, serta membangun sikap kerja yang beretika dan bertanggung jawab, sehingga dapat mendukung kinerja organisasi secara optimal.

Materi Pelatihan

Materi pelatihan disampaikan secara terstruktur dan aplikatif, dengan cakupan utama sebagai berikut:

  • Peran dan Fungsi Sekretaris Profesional: Memahami posisi strategis sekretaris dalam organisasi.
  • Etika Kerja dan Sikap Profesional: Standar perilaku, penampilan, serta tanggung jawab moral sekretaris.
  • Komunikasi Efektif di Lingkungan Kerja: Teknik komunikasi lisan dan tertulis dalam mendukung layanan kerja.
  • Manajemen Waktu dan Pengelolaan Agenda: Pengaturan jadwal pimpinan serta prioritas pekerjaan.
  • Administrasi dan Kearsipan Perkantoran: Pengelolaan dokumen dan arsip secara sistematis.
  • Pelaksanaan Rapat dan Penyusunan Notulen: Persiapan, pencatatan, dan tindak lanjut hasil rapat.
  • Kerahasiaan Informasi dan Loyalitas Kerja: Menjaga kepercayaan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Materi disampaikan dengan pendekatan studi kasus dan diskusi, sehingga peserta dapat memahami penerapannya secara nyata.

Suasana Pelatihan

Pelatihan berlangsung dalam suasana kondusif dan komunikatif. Interaksi antara peserta dan instruktur berjalan dua arah, memungkinkan adanya diskusi mendalam dan klarifikasi materi secara langsung. Pendekatan ini membantu peserta memahami peran dan tanggung jawab sekretaris profesional secara lebih komprehensif.

Manfaat Pelatihan

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami peran sekretaris profesional secara menyeluruh
  • Meningkatkan keterampilan komunikasi dan administrasi
  • Mengelola waktu dan agenda kerja secara efektif
  • Menjaga etika, kerahasiaan, dan profesionalisme kerja
  • Memberikan dukungan optimal kepada pimpinan dan organisasi

TRAINING PROFESSIONAL SECRETARY

Kompetensi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja individu sekaligus mendukung efektivitas kerja organisasi. Pelatihan Training Professional Secretary ini memberikan nilai tambah bagi peserta dalam mengembangkan kompetensi kesekretariatan. Semoga pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung dalam lingkungan kerja.

Diorama Sukses Bersinergi mengundang para profesional dan perusahaan yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang kesekretariatan untuk bergabung dalam program pelatihan berikutnya.

 Informasi & Pendaftaran : 
📞  Azmi : +62 823-1144-5878
🌐 Website : https://dsbanking.com/

TRAINING RAB KONSTRUKSI

TRAINING RAB KONSTRUKSI

TRAINING RAB KONSTRUKSI

Pelatihan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Konstruksi yang diselenggarakan oleh Diorama Sukses Bersinergi telah berjalan dengan baik pada 10–11 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara online melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh satu peserta personal, dengan instruktur utama seorang praktisi dan akademisi berpengalaman di bidang manajemen dan perencanaan biaya konstruksi.

Meskipun jumlah peserta terbatas, pelatihan berlangsung secara efektif, intensif, dan interaktif. Situasi kelas yang lebih personal memungkinkan peserta untuk berdiskusi secara mendalam, khususnya terkait permasalahan nyata yang sering dihadapi dalam penyusunan RAB di proyek konstruksi. Instruktur dapat secara langsung menyesuaikan materi dan contoh perhitungan dengan kebutuhan peserta, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih fokus dan aplikatif.

Latar Belakang Pelatihan

Dalam industri konstruksi yang semakin kompetitif dan kompleks, kemampuan menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) secara tepat dan akurat merupakan faktor krusial dalam menentukan keberhasilan proyek. Kesalahan kecil dalam perhitungan volume, harga satuan, atau asumsi biaya dapat berdampak besar, mulai dari pembengkakan anggaran, keterlambatan proyek, hingga penurunan mutu pekerjaan.

Banyak permasalahan proyek terjadi bukan karena kesalahan teknis di lapangan, melainkan akibat perencanaan biaya yang kurang matang. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang kuat terkait gambar kerja, spesifikasi teknis, metode perhitungan volume, serta analisis harga satuan pekerjaan. Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kompetensi tersebut agar mampu menyusun RAB yang realistis, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Diorama Sukses Bersinergi menghadirkan instruktur yang berpengalaman langsung dalam proyek konstruksi, sehingga materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga berdasarkan praktik terbaik di lapangan dan standar industri konstruksi.

Materi Pelatihan

Selama dua hari pelatihan, peserta mendapatkan materi yang disusun secara sistematis, mulai dari konsep dasar hingga penerapan praktis melalui studi kasus. Pokok-pokok materi yang dibahas antara lain:

  • Dasar-Dasar Penyusunan RAB Konstruksi: Pemahaman konsep RAB, fungsi RAB dalam proyek, serta peran RAB dalam pengendalian biaya.
  • Pemahaman Gambar Kerja dan Spesifikasi Teknis: Cara membaca dan menginterpretasikan gambar kerja serta spesifikasi sebagai dasar perhitungan volume dan biaya.
  • Teknik Menghitung Volume Pekerjaan (Take-Off): Metode perhitungan volume pekerjaan secara sistematis dan akurat.
  • Analisis Harga Satuan Pekerjaan: Penyusunan harga satuan berdasarkan komponen material, tenaga kerja, dan alat.
  • Perhitungan Kebutuhan Material dan Tenaga Kerja: Menentukan kebutuhan sumber daya sesuai metode pelaksanaan pekerjaan.
  • Penyusunan Bill of Quantity (BOQ): Penyusunan daftar kuantitas pekerjaan sebagai dasar penyusunan total anggaran.
  • Penyusunan Total RAB dan Strategi Estimasi Biaya: Integrasi seluruh komponen biaya menjadi RAB yang komprehensif.
  • Evaluasi Penawaran dan Studi Kasus Proyek Konstruksi: Analisis perbandingan biaya dan pembahasan contoh proyek nyata.
  • Kesalahan Umum dalam Penyusunan RAB: Identifikasi kesalahan yang sering terjadi dan cara menghindarinya.
  • Penerapan RAB pada Berbagai Jenis Proyek: Penyesuaian RAB untuk proyek gedung, infrastruktur, dan pekerjaan konstruksi lainnya.

Materi disampaikan secara praktis dan aplikatif, disertai contoh perhitungan serta pembahasan kasus yang sering ditemui di lapangan.

Suasana Pelatihan

Pelatihan dilaksanakan pukul 09.00–15.00 WIB setiap harinya. Hari pertama difokuskan pada pemahaman dasar RAB, pembacaan gambar kerja, serta teknik perhitungan volume dan harga satuan. Hari kedua diisi dengan latihan penyusunan RAB berbasis studi kasus dan pembahasan kesalahan umum dalam estimasi biaya.

Dengan format kelas kecil, interaksi antara peserta dan instruktur berlangsung sangat intens. Peserta dapat langsung mengajukan pertanyaan, mendiskusikan kendala yang dihadapi, serta mendapatkan arahan teknis yang spesifik sesuai kebutuhan proyek yang pernah atau sedang ditangani.

Manfaat Pelatihan

Melalui Training RAB Konstruksi ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami konsep dan fungsi RAB dalam proyek konstruksi
  • Menghitung volume pekerjaan secara akurat
  • Menyusun analisis harga satuan yang realistis
  • Menghindari kesalahan umum dalam estimasi biaya
  • Menyusun RAB yang sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan
  • Meningkatkan efisiensi dan pengendalian biaya proyek

Kompetensi tersebut diharapkan dapat mendukung keberhasilan proyek serta meningkatkan profesionalisme peserta dalam bidang estimasi dan perencanaan biaya konstruksi.

TRAINING RAB KONSTRUKSI

Pelatihan Training RAB Konstruksi ini memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat dan relevan bagi peserta. Semoga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung dalam pekerjaan dan membantu meningkatkan kualitas perencanaan biaya proyek konstruksi.

Diorama Sukses Bersinergi mengundang para profesional dan perusahaan yang membutuhkan peningkatan kompetensi di bidang perencanaan dan estimasi biaya konstruksi untuk bergabung pada program pelatihan berikutnya.

📞 Informasi & Pendaftaran :
Azmi : +62 823-1144-5878
Website : https://dsbanking.com/

TRAINING BUSINESS CONTINUITY MANAGEMENT

TRAINING BUSINESS CONTINUITY MANAGEMENT (BCM) 

TRAINING BUSINESS CONTINUITY MANAGEMENT

Pelatihan Business Continuity Management (BCM) yang diselenggarakan pada tanggal 11–12 Desember 2025 bersama Diorama Sukses Bersinergi bekerjasama dengan PT Surveyor Indonesia (Persero). merupakan kegiatan peningkatan kompetensi yang dirancang untuk membantu perusahaan memahami bagaimana mempertahankan operasional saat terjadi gangguan, krisis, ataupun kondisi darurat yang tidak terduga. Dalam era bisnis modern yang

penuh risiko, setiap perusahaan wajib memiliki rencana kesinambungan bisnis yang kuat agar tetap bisa beroperasi secara optimal meskipun menghadapi situasi kritis seperti bencana alam, gangguan teknologi, serangan siber, krisis operasional, maupun pandemi.

Sebagai Customer Service Kelasinstruktur, saya Ratna Lukita, bertugas mendampingi peserta selama kegiatan, mulai dari sesi pembukaan, pengecekan kehadiran, membantu menyiapkan

kebutuhan peserta, menanggapi pertanyaan selama pelatihan, hingga sesi penutupan. Laporan ini

disusun untuk memberikan gambaran lengkap mengenai jalannya pelatihan, motivasi peserta, masalah yang mereka hadapi di lapangan, solusi yang diberikan trainer, serta manfaat yang diperoleh setelah mengikuti pelatihan BCM.

Pelatihan BCM ini menjadi sangat penting karena perusahaan dituntut memiliki kemampuan untuk bertahan dan tetap menjalankan fungsi kritis meski berada dalam situasi sulit. Tanpa

perencanaan yang baik, perusahaan berisiko mengalami kerugian besar, kehilangan pelanggan, menurunnya reputasi, dan bahkan terhentinya operasional secara menyeluruh. Karena itu, keberadaan

pelatihan BCM ini diharapkan dapat membantu perusahaan menyusun strategi mitigasi risiko dan rencana pemulihan bisnis yang efektif.

Motivasi Peserta Mengikuti Pelatihan

Peserta yang hadir pada pelatihan BCM ini berasal dari berbagai divisi perusahaan, termasuk HR, IT, operasional, keamanan, divisi risiko, dan manajemen umum. Motivasi mereka mengikuti

pelatihan ini cukup beragam, namun sebagian besar memiliki kesamaan tujuan, yaitu:

1. Meningkatkan etos kerja dan kompetensi dalam manajemen risiko bisnis

Banyak peserta ingin memahami bagaimana cara perusahaan tetap berjalan meskipun menghadapi krisis besar.

2. Memperkuat sistem internal perusahaan

Beberapa peserta mengaku perusahaan mereka belum memiliki rencana BCM yang tertulis dan terstruktur. Hal ini berpotensi menimbulkan kekacauan ketika terjadi gangguan bisnis.

3. Mengikuti perkembangan standar internasional BCM

Peserta ingin memahami standar seperti ISO 22301, yang mengatur sistem manajemen kelangsungan bisnis.

4. Mengurangi risiko kerugian perusahaan

Peserta menyadari bahwa tanpa rencana BCM, perusahaan sangat rentan mengalami kerugian finansial, operasional, dan reputasi.

5. Menghadapi permasalahan nyata yang mereka alami Misalnya:

    • gangguan jaringan internet yang membuat aktivitas kantor terhenti,
    • masalah data center,
    • serangan malware,
    • bencana alam seperti banjir,
    • sistem operasional gagal

Pelatihan BCM ini menjadi sarana yang tepat untuk menjawab kebutuhan mereka.

Permasalahan yang Dihadapi Peserta / Perusahaan

Melalui diskusi dan interaksi selama pelatihan, beberapa permasalahan umum yang sering dialami perusahaan terungkap. Berikut adalah beberapa masalah yang paling sering disebutkan

peserta:

1. Tidak adanya dokumen Business Continuity Plan (BCP) yang jelas

Banyak perusahaan belum memiliki dokumen BCP yang formal, sehingga ketika terjadi gangguan, tidak ada pedoman tindakan yang jelas.

2. Ketergantungan besar pada teknologi tanpa backup memadai

Masalah seperti server down, internet rusak, atau sistem error menjadi penghambat besar bagi operasional perusahaan.

3. Kurangnya pemahaman mengenai proses manajemen risiko

Beberapa peserta mengaku tidak memahami metode identifikasi risiko, analisis risiko, dan penilaian dampak bisnis.

4. Proses pemulihan yang lambat saat terjadi krisis

Karena tidak adanya struktur komando yang jelas, proses penanganan krisis menjadi kacau.

5. Tidak adanya tim khusus yang menangani keberlangsungan bisnis

Beberapa perusahaan hanya mengandalkan divisi IT, padahal BCM melibatkan banyak divisi lain seperti HR, operasional, dan manajemen aset.

6. Minimnya simulasi atau uji coba rencana BCM

Walaupun ada beberapa perusahaan yang memiliki dokumen BCM, rencana tersebut tidak pernah diuji sehingga tidak diketahui apakah rencana tersebut efektif.

Tantangan-tantangan ini menunjukkan perlunya pelatihan BCM agar perusahaan mampu mengantisipasi berbagai risiko dengan lebih baik.

Solusi dari Diorama Sukses Bersinergi

Untuk menjawab seluruh permasalahan tersebut, trainer dari Diorama Sukses Bersinergi memberikan berbagai solusi terstruktur yang dapat diterapkan oleh masing-masing perusahaan:

1. Pemahaman lengkap mengenai konsep BCM dan standar internasional

Peserta mempelajari prinsip-prinsip BCM dan struktur ISO 22301 sebagai acuan penyusunan sistem manajemen kelangsungan bisnis.

2. Penyusunan Business Impact Analysis (BIA)

Peserta diajak memahami bagaimana mengidentifikasi fungsi bisnis kritis, menilai dampaknya bila terganggu, serta menentukan prioritas pemulihan.

3. Pengenalan metode Risk Assessment

Trainer membimbing peserta melakukan identifikasi risiko, analisis risiko, dan menentukan tingkat urgensi untuk ditangani.

4. Penyusunan Business Continuity Plan (BCP) Peserta belajar membuat rencana BCP yang meliputi:

    • strategi pemulihan,
    • peran dan tanggung jawab tim,
    • alur komunikasi krisis,prosedur pemulihan operasional

5. Simulasi penerapan BCP

Peserta diarahkan mengikuti studi kasus sehingga mereka bisa mempraktikkan bagaimana perusahaan harus bertindak ketika terjadi gangguan.

6. Pendampingan dan diskusi interaktif

Trainer memberikan waktu khusus untuk membahas masalah yang dialami peserta, termasuk memberikan solusi yang realistis dan mudah diterapkan.

Dengan solusi tersebut, peserta lebih siap dalam menghadapi risiko operasional dan lebih memahami pentingnya kesinambungan bisnis.

Testimoni Peserta

Beberapa peserta memberikan komentar positif setelah mengikuti pelatihan BCM:

“Pelatihannya sangat membuka wawasan kami tentang pentingnya rencana kesinambungan bisnis. Banyak hal yang sebelumnya tidak kami sadari.”

“Materi disampaikan dengan jelas, dan studi kasusnya sangat membantu kami memahami bagaimana menerapkan BCM di perusahaan. Trainer sangat berpengalaman dan memberikan panduan yang mudah diterapkan.”

Manfaat Pelatihan BCM

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  1. Memahami struktur BCM secara
  2. Menyusun BIA dan BCP yang terukur dan
  3. Membangun tim kelangsungan bisnis di
  4. Mampu merespon krisis dengan cepat dan
  5. Mengurangi risiko kerugian perusahaan, baik finansial maupun non-
  6. Meningkatkan reputasi perusahaan dengan memiliki sistem BCM yang
  7. Mengoptimalkan proses pemulihan operasional
  8. Meningkatkan kesiapsiagaan perusahaan dalam menghadapi ancaman masa

Pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja modern yang menuntut perusahaan lebih tangguh, adaptif, dan siap menghadapi perubahan.

Bagi perusahaan atau individu yang ingin meningkatkan kompetensi dalam Business Continuity Management, menyusun rencana BCP, atau membutuhkan pelatihan serupa, silakan menghubungi tim marketing kami +62 813-1888-5447 (Isna) atau melalui website resmi https://dsbanking.com/.

Kami siap membantu perusahaan Anda untuk menjadi lebih kuat, siap menghadapi risiko, dan memiliki rencana kesinambungan bisnis yang profesional sesuai standar.

Konsultasikan kebutuhan Anda

Kami dengan senang hati akan membantu Anda! Jangan ragu untuk menanyakan apapun kepada kami. Klik di bawah untuk memulai obrolan.

Marketing

Isna

Online

Marketing

Nona

Online

Marketing

Prima

Online

Marketing

Sabrina

Online

Marketing

Azmi

Online

Isna

Halo, ada yang bisa Isna bantu Pak/ Ibu ? 00.00

Nona

https://dsbanking.com/wp-content/uploads/2025/11/Nana.png 00.00

Prima

Halo, ada yang bisa Dian bantu Pak/ Ibu ? 00.00

Sabrina

Halo, ada yang bisa Sabrina bantu Pak/ Ibu ? 00.00

Azmi

Halo, ada yang bisa Azmi bantu Pak/ Ibu ? 00.00