TRAINING BASIC SEA SURVIVAL

TRAINING BASIC SEA SURVIVAL

Training Basic Sea Survival di Lombok Bersama PT. Sumbawa Timur Mining

TRAINING BASIC SEA SURVIVAL PUBLIC

Pelatihan Basic Sea Survival Bersama PT Sumbawa Timur Mining

Keselamatan di laut bukan hanya soal keberanian menghadapi keadaan darurat, tetapi juga tentang pengetahuan, kesiapan, dan keputusan yang tepat pada saat kritis. Dalam aktivitas maritim, situasi seperti keharusan meninggalkan kapal, perubahan cuaca, keterbatasan persediaan, hingga proses evakuasi menuntut setiap personel memahami prosedur keselamatan dengan baik. Karena itu, Training Basic Sea Survival dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman dasar dan keterampilan praktis dalam menghadapi kondisi darurat di laut. Kesiapan sebelum keadaan darurat terjadi dapat menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan diri dan orang lain.

Dalam rangka meningkatkan kompetensi keselamatan personel, PT Sumbawa Timur Mining mengikuti Training Basic Sea Survival yang diselenggarakan oleh PT Diorama Sukses Bersinergi sebagai training provider. Pelatihan dilaksanakan secara tatap muka pada 21–22 Oktober 2026, bertempat di Meeting Room Hotel Jayakarta Beach Resort & Spa Mataram, Lombok.

Materi pelatihan disusun dengan fokus pada kebutuhan praktis dalam menghadapi keadaan darurat di laut, khususnya terkait prosedur meninggalkan kapal (abandon ship), penggunaan alat keselamatan seperti life jacket dan liferaft, teknik bertahan hidup di air, pertolongan pertama, pencegahan hipotermia, hingga komunikasi dan koordinasi saat evakuasi.

Mengapa Training Basic Sea Survival Penting?

Keadaan darurat di laut dapat berkembang dengan cepat dan menyulitkan proses pertolongan. Tanpa pemahaman prosedur yang tepat, kepanikan dapat menghambat koordinasi dan meningkatkan risiko bagi seluruh orang yang terlibat. Beberapa tantangan yang perlu diantisipasi antara lain:

  • Belum memahami alarm darurat, jalur evakuasi, titik kumpul (muster station), serta urutan tindakan saat diperintahkan meninggalkan kapal.
  • Kurangnya pemahaman tentang pemilihan dan penggunaan alat keselamatan, termasuk life jacket, life raft, dan life boat.
  • Risiko kelelahan, hipotermia, dehidrasi, dan mabuk laut ketika harus bertahan dalam waktu tertentu di perairan.
  • Kesulitan menjaga komunikasi, memberikan sinyal darurat, serta mempertahankan koordinasi kelompok selama menunggu pertolongan.

Melalui Training Basic Sea Survival, peserta mempelajari prinsip-prinsip dasar untuk merespons keadaan darurat secara terarah. Tujuannya bukan sekadar mengenal peralatan keselamatan, melainkan memahami kapan dan bagaimana prosedur digunakan sesuai instruksi, kondisi lapangan, serta standar keselamatan yang berlaku.

Rangkaian Materi Training Basic Sea Survival

Pelatihan disusun dari pengenalan konsep hingga latihan dan evaluasi kompetensi. Susunan materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta, karakteristik pekerjaan, serta fasilitas praktik yang tersedia.

1. Introduction to Sea Survival & Maritime Emergency (Hari 1)

Peserta diperkenalkan pada konsep sea survival, jenis keadaan darurat maritim, dan pentingnya kesiapsiagaan. Materi ini membangun pemahaman mengenai peran setiap personel dalam menjaga keselamatan, mengikuti instruksi, dan menghindari tindakan spontan yang dapat memperbesar risiko.

2. Emergency Procedures, Muster Station & Abandon Ship (Hari 1)

Materi membahas prosedur keadaan darurat, fungsi muster station sebagai titik berkumpul, serta prinsip abandon ship ketika meninggalkan kapal dinyatakan perlu oleh pihak yang berwenang. Peserta mempelajari pentingnya mengenali alarm, mengikuti jalur yang ditetapkan, membawa perlengkapan sesuai arahan, dan tetap memperhatikan instruksi kru atau petugas yang bertanggung jawab.

3. Personal Life-Saving Appliances & Life Jacket (Hari 1)

Peserta mengenal perlengkapan keselamatan perorangan dan fungsi life jacket. Pembahasan menekankan pemeriksaan kondisi alat, cara mengenakan dan menyesuaikannya dengan benar, serta hal-hal yang perlu diperhatikan agar perlengkapan dapat digunakan sebagaimana mestinya. Peralatan keselamatan hanya bermanfaat jika kondisinya layak dan penggunanya memahami cara pemakaian yang benar.

4. Life Raft, Life Boat & Survival Equipment (Hari 1)

Materi memperkenalkan fungsi life raft, life boat, dan perlengkapan bertahan hidup yang umumnya tersedia untuk kondisi darurat. Peserta mempelajari prinsip penggunaan peralatan, pentingnya pemeriksaan sebelum digunakan jika situasi memungkinkan, serta kepatuhan terhadap prosedur peluncuran, boarding, dan instruksi petugas.

5. Survival Techniques at Sea (Hari 1)

Peserta mempelajari prinsip dasar bertahan hidup di laut, termasuk menjaga energi, mempertahankan posisi yang aman, melindungi diri dari paparan lingkungan, serta mengikuti arahan kelompok. Materi juga menekankan bahwa tindakan yang diambil harus mempertimbangkan kondisi aktual, perlengkapan yang tersedia, dan petunjuk keselamatan dari instruktur atau otoritas terkait.

6. Sea Evacuation, Boarding & Group Survival Techniques (Hari 2)

Sesi ini membahas prinsip evakuasi menuju sarana penyelamatan, proses boarding secara tertib, dan koordinasi antarpeserta. Dalam situasi darurat, komunikasi yang jelas dan pembagian peran membantu kelompok bergerak lebih teratur. Peserta juga diajak memahami pentingnya membantu sesama tanpa mengabaikan keselamatan diri sendiri.

7. Hypothermia, Dehydration, Seasickness & Survival Health (Hari 2)

Kondisi tubuh merupakan faktor penting selama bertahan di laut. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai risiko hipotermia, dehidrasi, mabuk laut, serta penurunan kondisi fisik. Pembahasan diarahkan pada pengenalan tanda-tanda awal, upaya pencegahan dasar, pengelolaan persediaan, dan pentingnya mencari bantuan sesuai prosedur ketika kondisi kesehatan memburuk.

8. Emergency Signaling, Communication & Rescue Procedures (Hari 2)

Peserta mempelajari tujuan penggunaan sinyal darurat, komunikasi dalam kondisi terbatas, serta prinsip koordinasi dengan tim penyelamat. Materi menekankan pentingnya mengikuti instruksi penggunaan perangkat, menjaga informasi tetap jelas, dan menghindari penggunaan alat komunikasi atau sinyal secara sembarangan.

9. Practical Sea Survival, Life Raft & Emergency Simulation (Hari 2)

Pada sesi ini, teori dihubungkan dengan video latihan yang ditayangkan dan relevan dengan materi pelatihan. Vidio simulasi dapat mencakup pengenalan perlengkapan, latihan prosedur darurat, koordinasi kelompok, dan skenario penggunaan sarana penyelamatan. 

10. Survival Scenario, Team Exercise & Competency Evaluation (Hari 2)

Pada sesi ini, peserta memperdalam pemahaman mengenai berbagai skenario keadaan darurat di laut melalui penjelasan instruktur dan pembahasan materi yang telah disampaikan. Berbagai situasi yang berkaitan dengan keselamatan maritim dibahas untuk membantu peserta mengenali risiko, memahami prosedur yang tepat, serta mengetahui pentingnya komunikasi dan koordinasi dalam menghadapi keadaan darurat. Evaluasi pemahaman dilakukan melalui pembahasan materi dan interaksi antara peserta dengan instruktur. Melalui sesi ini, peserta diharapkan mampu memahami prinsip dasar bertahan hidup di laut serta pentingnya mengikuti prosedur keselamatan sesuai dengan kondisi yang dihadapi.

Pembelajaran Berbasis Skenario: Mengutamakan Prosedur dan Kerja Sama

Simulasi keadaan darurat memberi kesempatan kepada peserta untuk menghubungkan pengetahuan dengan pengambilan keputusan. Dalam skenario latihan, peserta dapat diminta mengenali situasi, mendengarkan instruksi, menentukan titik berkumpul, memeriksa perlengkapan, dan menjaga komunikasi dengan anggota kelompok. Fokus utama latihan adalah bertindak secara tertib, tidak mengabaikan instruksi, dan memahami bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.

Diskusi bersama instruktur juga dapat digunakan untuk mengulas pertanyaan peserta mengenai penggunaan alat, urutan tindakan, dan tantangan yang mungkin muncul di lingkungan kerja maritim. Dengan membahas skenario secara terarah, peserta memiliki kesempatan untuk mengklarifikasi pemahaman sebelum menghadapi situasi nyata. Contoh dan hasil diskusi dalam artikel final sebaiknya disesuaikan dengan kejadian yang benar-benar berlangsung selama pelatihan.

Testimoni Peserta Training

TRAINING BASIC SEA SURVIVAL PUBLIC

Diskusi Pelatihan Basic Sea Survival

Peserta menyampaikan kesan positif terhadap pelaksanaan Training Basic Sea Survival, khususnya pada penyampaian materi yang dikaitkan dengan peristiwa nyata dan didukung oleh penayangan video yang relevan dengan situasi darurat di laut: 

“Menurut saya, Training Basic Sea Survival ini sangat menarik, terutama dari segi penyampaian materinya. Instruktur tidak hanya menjelaskan teori, tetapi juga sering mengaitkan materi dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi belakangan ini. Jadi, saya lebih mudah memahami materi karena bisa melihat kaitannya dengan kondisi nyata di lapangan. Penjelasannya juga membuat saya lebih memahami pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat di laut. Ke depannya, saya berharap pelatihan seperti ini bisa dilengkapi dengan praktik langsung, supaya kami tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga bisa melihat dan mempelajari bagaimana penerapannya secara langsung. Dengan begitu, pemahaman yang didapat bisa lebih maksimal”.

Pentingnya Penguatan Kompetensi Keselamatan Maritim

Pelatihan sea survival merupakan bagian dari upaya membangun budaya keselamatan yang konsisten. Pengetahuan tentang prosedur, perlengkapan, kondisi kesehatan, komunikasi darurat, dan kerja sama kelompok perlu terus diperkuat melalui pembelajaran serta latihan yang sesuai dengan risiko pekerjaan. Ketika setiap personel memahami perannya, respons terhadap keadaan darurat dapat menjadi lebih terkoordinasi dan terarah

Training Basic Sea Survival juga mengingatkan bahwa keterampilan keselamatan tidak berhenti setelah sesi pelatihan selesai. Peserta perlu memahami prosedur yang berlaku di tempat kerja, mengetahui lokasi perlengkapan keselamatan, mengikuti pengarahan sebelum bertugas, dan memperbarui pengetahuan sesuai ketentuan organisasi maupun regulasi yang relevan.

Tentang Program Training Basic Sea Survival

Training Basic Sea Survival ditujukan untuk mendukung peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan personel yang bekerja atau beraktivitas di lingkungan maritim. Materi mencakup pengenalan keadaan darurat, perlengkapan keselamatan, teknik bertahan hidup, komunikasi dan penyelamatan, hingga simulasi serta evaluasi kompetensi. Rincian pelaksanaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, profil peserta, fasilitas yang tersedia, dan tujuan pembelajaran.

Kesimpulan Training Basic Sea Survival

TRAINING BASIC SEA SURVIVAL PUBLIC

Foto Bersama Pelatihan Basic Sea Survival

Pelatihan Basic Sea Survival yang diselenggarakan secara tatap muka pada 21–22 Oktober 2026 di Meeting Room Hotel Jayakarta Beach Resort & Spa Mataram, Lombok, memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dari PT Sumbawa Timur Mining mengenai cara bertahan hidup dan menyelamatkan diri saat menghadapi situasi darurat di laut. Selama pelatihan, peserta mempelajari konsep dan prinsip dasar keselamatan di laut, identifikasi bahaya dan risiko di lingkungan laut, prosedur tanggap darurat dan meninggalkan kapal (abandon ship), penggunaan alat keselamatan seperti life jacket dan liferaft, teknik bertahan hidup di air, pertolongan pertama, serta pencegahan hipotermia. Melalui pembahasan tersebut, peserta diharapkan mampu memahami setiap tahapan penyelamatan diri secara lebih terstruktur dan sesuai dengan kondisi darurat yang mungkin terjadi di laut.

Selain pembahasan teori, pelatihan juga dilengkapi dengan simulasi untuk membantu peserta memahami penerapan prosedur keselamatan dalam situasi yang nyata. Dengan kompetensi tersebut, peserta diharapkan mampu mengenali potensi bahaya secara tepat, menggunakan peralatan keselamatan dengan benar, mengambil tindakan yang sesuai saat terjadi keadaan darurat, serta membantu rekan kerja selama proses evakuasi dan penyelamatan. Pada akhirnya, kompetensi ini dapat mendukung perusahaan dalam meningkatkan kesiapsiagaan personel, menurunkan risiko kecelakaan kerja, serta menunjukkan komitmen terhadap keselamatan kerja yang lebih terukur dan akuntabel.

FAQ Training Basic Sea Survival

Q : Apa tujuan Pelatihan Basic Sea Survival?

A : Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai konsep dan teknik dasar bertahan hidup di laut. Peserta mempelajari identifikasi bahaya dan risiko serta prosedur tanggap darurat. Materi juga mencakup prosedur meninggalkan kapal (abandon ship) dan penggunaan alat keselamatan. Selain itu, peserta mempelajari teknik bertahan hidup di air. Dengan demikian, pelatihan ini mendukung kesiapsiagaan personel yang efektif dan bertanggung jawab.

Q : Siapa yang perlu mengikuti Pelatihan Basic Sea Survival?

A : Pelatihan ini direkomendasikan bagi pelaut, awak kapal, personel offshore, dan petugas keselamatan (HSE Officer). Selain itu, pelatihan ini juga bermanfaat bagi karyawan perusahaan tambang atau industri di area pesisir maupun laut. Aktivitas mereka kerap melibatkan transportasi laut dan operasional di sekitar perairan. Tidak hanya itu, pelatihan ini juga relevan bagi profesional lain yang berpotensi menghadapi situasi darurat di laut. Dengan begitu, mereka tetap mampu melindungi diri dan membantu rekan kerja saat dibutuhkan.

Q : Apa manfaat mengikuti Pelatihan Basic Sea Survival?

A : Peserta memperoleh pemahaman dan keterampilan dalam mengenali bahaya di laut. Peserta juga mempelajari penggunaan peralatan keselamatan seperti life jacket dan liferaft. Selain itu, peserta memahami prosedur meninggalkan kapal, memberikan pertolongan pertama, serta mencegah hipotermia. Dengan demikian, kompetensi ini membantu perusahaan meningkatkan kesiapsiagaan personel. Kompetensi tersebut juga mendukung upaya menurunkan risiko kecelakaan kerja dan memenuhi standar keselamatan yang berlaku.

Q : Berapa lama durasi pelatihan?

A : Pelatihan berlangsung selama dua hari dan mencakup pembahasan teori, praktik, serta simulasi penerapan prosedur Basic Sea Survival. Durasi pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta atau perusahaan.

Q : Bagaimana cara mendaftar Pelatihan Basic Sea Survival?

A : Untuk mengikuti Pelatihan Basic Sea Survival, Anda dapat menghubungi 6282123463977 (Nona) sebagai perwakilan training provider untuk memperoleh informasi mengenai jadwal, biaya, maupun pelaksanaan pelatihan-pelatihan lainnya. Anda juga dapat mengunjungi website resmi https://dsbanking.com/.

About the author

Fauzi Hafizh editor

Hafizh Fauzi seorang penulis dan marketing training profesional berpengalaman yang telah memberikan lebih dari 100 rekomendasi pelatihan dan sertifikasi kepada perusahaan swasta nasional dan instansi di Indonesia. Saat ini fokus sebagai Manager Marketing untuk membagikan pengalamannya di PT Diorama Sukses Bersinergi.

Konsultasikan kebutuhan Anda

Kami dengan senang hati akan membantu Anda! Jangan ragu untuk menanyakan apapun kepada kami. Klik di bawah untuk memulai obrolan.

Marketing

Isna

Online

Marketing

Nona

Online

Marketing

Prima

Online

Marketing

Sabrina

Online

Marketing

Azmi

Online

Isna

Halo, ada yang bisa Isna bantu Pak/ Ibu ? 00.00

Nona

https://dsbanking.com/wp-content/uploads/2025/11/Nana.png 00.00

Prima

Halo, ada yang bisa Dian bantu Pak/ Ibu ? 00.00

Sabrina

Halo, ada yang bisa Sabrina bantu Pak/ Ibu ? 00.00

Azmi

Halo, ada yang bisa Azmi bantu Pak/ Ibu ? 00.00