TRAINING COMMUNICATION IN CRISIS AND ISSUE MANAGEMENT

TRAINING COMMUNICATION IN CRISIS AND ISSUE MANAGEMENT

Pelatihan Communication in Crisis & Issue Management Bersama Peserta dari PT Gunung Madu Plantations di Jakarta

PELATIHAN COMMUNICATION IN CRISIS JAKARTA

Pelatihan Communication in Crisis & Issue Management Bersama Politeknik Negeri Batam

Diorama Sukses Bersinergi Kembali Menyelenggarakan Pelatihan Communication in Crisis & Issue Management pada 20-21 Oktober 2026

Komunikasi yang kurang terkelola dengan baik saat menghadapi krisis dapat menimbulkan berbagai kendala, seperti simpang siurnya informasi, keterlambatan respons, eskalasi masalah yang tidak terkendali, menurunnya kepercayaan pemangku kepentingan, hingga rusaknya reputasi perusahaan. Oleh karena itu, kemampuan dalam Communication in Crisis & Issue Management menjadi semakin penting untuk memastikan setiap isu dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi sesuai dengan tujuan perusahaan.

Dalam rangka meningkatkan kompetensi pengelolaan komunikasi saat krisis dan isu, PT Gunung Madu Plantations mengikuti Training Communication in Crisis & Issue Management yang diselenggarakan oleh PT Diorama Sukses Bersinergi (DSB Training) sebagai training provider. Pelatihan dilaksanakan secara tatap muka di Meeting Room Hotel H! Senen, Jakarta Pusat, pada 20-21 Oktober 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari PT Gunung Madu Plantations. Materi pelatihan disusun dengan fokus pada kebutuhan praktis dalam menghadapi situasi krisis, khususnya terkait identifikasi dan pemetaan isu, penyusunan strategi komunikasi krisis, peran juru bicara, penanganan media dan pemangku kepentingan, komunikasi internal, hingga evaluasi dan pemulihan reputasi pasca krisis.

Mengapa Training Communication in Crisis & Issue Management Sangat Penting?

Dalam lingkungan bisnis yang dinamis, perusahaan dapat menghadapi berbagai isu dan situasi krisis yang berpotensi mempengaruhi operasional, kepercayaan pemangku kepentingan, serta reputasi organisasi. Informasi yang tidak akurat, pemberitaan negatif, kesalahpahaman publik, maupun penyebaran informasi melalui media sosial dapat berkembang menjadi krisis apabila tidak ditangani secara tepat dan terstruktur.

Oleh karena itu, kemampuan mengelola isu dan komunikasi krisis menjadi aspek penting bagi perusahaan dalam menjaga reputasi, membangun kepercayaan, serta memastikan penyampaian informasi yang akurat dan konsisten kepada pihak-pihak terkait. Penanganan krisis yang efektif membutuhkan kemampuan untuk mengidentifikasi potensi masalah sejak dini, menilai tingkat risiko, menentukan prioritas komunikasi, serta menyusun strategi respons yang sesuai dengan kondisi yang dihadapi.

Pelatihan Communication in Crisis & Issue Management diselenggarakan untuk membekali peserta dengan pemahaman dan keterampilan dalam mengelola isu, menghadapi situasi krisis, serta membangun strategi komunikasi yang terarah. Peserta juga mempelajari pengelolaan hubungan media, komunikasi internal dan eksternal, penyusunan pesan utama, serta penanganan informasi yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap reputasi perusahaan.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kesiapan dalam menghadapi situasi krisis, memperkuat koordinasi antarbagian, dan mengambil keputusan komunikasi secara tepat. Dengan demikian, perusahaan dapat meminimalkan dampak krisis, menjaga kepercayaan pemangku kepentingan, serta mendukung keberlangsungan kegiatan operasional dan bisnis.

Materi yang Dibahas Selama Pelatihan

PELATIHAN COMMUNICATION IN CRISIS JAKARTA

Diskusi Pelatihan Communication in Crisis & Issue Management

Selama pelaksanaan training pada 20–21 Oktober 2026, peserta memperoleh pembahasan mengenai dasar-dasar komunikasi krisis, identifikasi dan pemantauan isu, analisis risiko, strategi komunikasi, hubungan media, hingga simulasi penanganan krisis. Materi yang dibahas meliputi:

1. Crisis Communication Fundamentals, Issue Management, dan Reputational Risk

Peserta mempelajari konsep dasar komunikasi krisis, prinsip pengelolaan isu, serta risiko reputasi yang dapat memengaruhi citra dan kepercayaan terhadap perusahaan. Pembahasan mencakup pentingnya komunikasi yang cepat, akurat, konsisten, dan terkoordinasi dalam menghadapi situasi yang berpotensi berkembang menjadi krisis.

2. Issue Identification, Issue Monitoring, Early Warning System, dan Crisis Indicators

Materi ini membahas metode identifikasi dan pemantauan isu yang berpotensi memengaruhi perusahaan. Peserta mempelajari pentingnya sistem peringatan dini (early warning system) serta indikator krisis untuk membantu mendeteksi perubahan situasi, mengenali potensi ancaman, dan menentukan langkah antisipasi sebelum masalah berkembang lebih luas.

3. Crisis Assessment, Risk Analysis, Crisis Level, dan Communication Priorities

Peserta mempelajari proses penilaian krisis melalui analisis risiko dan pengelompokan tingkat krisis berdasarkan dampak serta urgensinya. Materi ini juga membahas penentuan prioritas komunikasi agar informasi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan situasi, tingkat risiko, dan kepentingan para pemangku kepentingan.

4. Stakeholder Mapping, Public Communication, Internal Communication, dan External Communication

Materi ini membahas pemetaan pemangku kepentingan untuk memahami pihak-pihak yang terdampak atau memiliki kepentingan terhadap situasi krisis. Peserta mempelajari prinsip komunikasi kepada publik, komunikasi internal, dan komunikasi eksternal agar informasi dapat disampaikan secara tepat sasaran, konsisten, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pihak.

5. Crisis Communication Strategy, Key Message, Holding Statement, dan Communication Framework

Peserta mempelajari penyusunan strategi komunikasi krisis, penentuan pesan utama (key message), serta pembuatan pernyataan awal (holding statement) ketika informasi yang tersedia masih terbatas. Pembahasan juga mencakup kerangka komunikasi yang membantu perusahaan menyampaikan informasi secara terstruktur, menjaga konsistensi pesan, dan menghindari kesimpangsiuran informasi.

6. Media Relations, Media Handling, Press Statement, Press Conference, dan Media Interview

Materi ini membahas pengelolaan hubungan dengan media dalam situasi normal maupun krisis. Peserta mempelajari prinsip penanganan pertanyaan media, penyusunan pernyataan pers, pelaksanaan konferensi pers, serta teknik menghadapi wawancara media. Pembahasan bertujuan meningkatkan kesiapan dalam menyampaikan informasi secara profesional dan mengurangi risiko kesalahan komunikasi.

7. Rumor, Misinformation, Negative Issue, Social Media Crisis, dan Online Reputation Management

Peserta mempelajari cara mengenali dan menangani rumor, informasi yang keliru, isu negatif, serta krisis yang berkembang melalui media sosial. Materi ini juga membahas pengelolaan reputasi daring (online reputation management), termasuk pentingnya pemantauan percakapan digital, verifikasi informasi, dan penyusunan respons yang tepat untuk membatasi penyebaran informasi yang menyesatkan.

8. Crisis Response, Spokesperson Role, Internal Coordination, dan Decision Making

Materi ini membahas langkah-langkah respons terhadap krisis, peran juru bicara, koordinasi internal, serta proses pengambilan keputusan dalam situasi yang membutuhkan tindakan cepat. Peserta mempelajari pentingnya pembagian tanggung jawab, alur komunikasi yang jelas, dan keselarasan informasi antarbagian agar respons perusahaan dapat berjalan secara efektif.

9. Crisis Communication Plan, Response Protocol, Communication Timeline, dan Documentation

Peserta mempelajari penyusunan rencana komunikasi krisis, prosedur respons, penentuan jadwal komunikasi, serta dokumentasi penanganan krisis. Pembahasan menekankan pentingnya kesiapan prosedur, kejelasan alur persetujuan, pencatatan keputusan, dan dokumentasi informasi untuk mendukung koordinasi serta evaluasi penanganan krisis.

10. Crisis Communication Simulation, Case Study, Media Response Exercise, Evaluation, dan Improvement Plan

Sebagai bagian dari penerapan materi, peserta mempelajari penanganan situasi krisis melalui simulasi, studi kasus, dan latihan merespons media. Kegiatan ini memberikan kesempatan untuk mengevaluasi strategi komunikasi, koordinasi tim, serta ketepatan respons dalam menghadapi berbagai skenario. Hasil evaluasi dapat digunakan sebagai dasar penyusunan rencana perbaikan (improvement plan) untuk meningkatkan kesiapan perusahaan dalam menghadapi krisis di masa mendatang.

Komitmen Provider dalam Pengembangan Kompetensi Profesional

Sebagai penyedia jasa pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia, Diorama Sukses Bersinergi berkomitmen untuk mendukung peningkatan kompetensi profesional melalui program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan organisasi dan tantangan dunia kerja.

Melalui pelatihan Communication in Crisis & Issue Management, Diorama Sukses Bersinergi berupaya memberikan pembekalan mengenai identifikasi isu, penilaian risiko, penyusunan strategi komunikasi, pengelolaan hubungan media, serta koordinasi dalam menghadapi situasi krisis. Pembahasan materi, studi kasus, dan simulasi diharapkan dapat membantu peserta memahami penerapan konsep komunikasi krisis dalam lingkungan kerja.

Diorama Sukses Bersinergi berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi peserta dalam meningkatkan kesiapan menghadapi isu dan krisis, memperkuat kemampuan menyampaikan informasi secara tepat, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih terarah. Kompetensi tersebut diharapkan dapat berkontribusi pada upaya perusahaan dalam menjaga reputasi, membangun kepercayaan pemangku kepentingan, dan meningkatkan efektivitas komunikasi organisasi.

Kesimpulan Training Communication in Crisis & Issue Management

PELATIHAN COMMUNICATION IN CRISIS JAKARTA

Penyerahan Sertifikat Pelatihan Communication in Crisis & Issue Management

Pelatihan Communication in Crisis & Issue Management yang diselenggarakan pada 20–21 Oktober 2026 di Meeting Room Hotel Hotel H! Senen, Jakarta Pusat memberikan pembekalan mengenai prinsip komunikasi krisis, pengelolaan isu, analisis risiko reputasi, serta strategi komunikasi yang efektif dalam menghadapi situasi krisis.

Melalui sepuluh kelompok materi yang dibahas, peserta memperoleh pemahaman mengenai identifikasi isu dan sistem peringatan dini, penilaian tingkat krisis, pemetaan pemangku kepentingan, penyusunan pesan utama, penanganan media, pengelolaan krisis di media sosial, koordinasi internal, serta penyusunan rencana komunikasi krisis. Pelatihan juga mencakup simulasi, studi kasus, latihan respons media, evaluasi, dan penyusunan rencana perbaikan.

Secara keseluruhan, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam mengenali potensi krisis, menentukan prioritas komunikasi, menyampaikan informasi secara akurat dan konsisten, serta berkoordinasi dalam proses penanganan krisis. Penerapan pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu PT Gunung Madu Plantations memperkuat kesiapan organisasi, meminimalkan dampak negatif dari isu yang berkembang, serta menjaga kepercayaan pemangku kepentingan dan reputasi perusahaan.

FAQ Training Communication in Crisis & Issue Management

Q : Apa tujuan Pelatihan Communication in Crisis & Issue Management?

A : Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai konsep dan metode Communication in Crisis & Issue Management, mulai dari identifikasi dan pemetaan isu, analisis stakeholder, penyusunan strategi dan pesan komunikasi krisis, penanganan media, hingga evaluasi efektivitas komunikasi untuk mendukung pengelolaan krisis yang cepat, tepat, dan akuntabel.

Q : Siapa yang perlu mengikuti Pelatihan Communication in Crisis & Issue Management?

A : Pelatihan ini direkomendasikan bagi Corporate Communication Manager, Public Relations Officer, Head of Department, Risk & Compliance Staff, Human Resources Manager, Plant Manager, Juru Bicara Perusahaan, serta profesional lain yang terlibat dalam pengelolaan komunikasi, isu, dan hubungan dengan pemangku kepentingan.

Q : Apa manfaat mengikuti Pelatihan Communication in Crisis & Issue Management?

A : Peserta memperoleh pemahaman dan keterampilan dalam mengidentifikasi isu dan stakeholder, menyusun strategi komunikasi krisis, menyampaikan pesan kepada media maupun publik, mengelola komunikasi internal, dan mengevaluasi efektivitas penanganan krisis. Kompetensi ini dapat mendukung organisasi dalam menghadapi situasi krisis secara lebih sistematis, terkoordinasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Q : Berapa lama durasi pelatihan?

A : Pelatihan berlangsung selama dua hari dan mencakup pembahasan teori, diskusi, serta studi kasus penerapan Communication in Crisis & Issue Management. Durasi pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta atau perusahaan.

Q : Bagaimana cara mendaftar Pelatihan Communication in Crisis & Issue Management?

A : Untuk mengikuti Pelatihan Communication in Crisis & Issue Management, Anda dapat menghubungi +62 821-2346-3977 (Nona) sebagai Marketing Professional Diorama Sukses Bersinergi untuk memperoleh informasi mengenai jadwal, biaya, maupun pelaksanaan pelatihan-pelatihan lainnya. Anda juga dapat mengunjungi website resmi Diorama Sukses Bersinergi https://dsbanking.com/.

About the author

Fauzi Hafizh editor

Hafizh Fauzi seorang penulis dan marketing training profesional berpengalaman yang telah memberikan lebih dari 100 rekomendasi pelatihan dan sertifikasi kepada perusahaan swasta nasional dan instansi di Indonesia. Saat ini fokus sebagai Manager Marketing untuk membagikan pengalamannya di PT Diorama Sukses Bersinergi.

Konsultasikan kebutuhan Anda

Kami dengan senang hati akan membantu Anda! Jangan ragu untuk menanyakan apapun kepada kami. Klik di bawah untuk memulai obrolan.

Marketing

Isna

Online

Marketing

Nona

Online

Marketing

Prima

Online

Marketing

Sabrina

Online

Marketing

Azmi

Online

Isna

Halo, ada yang bisa Isna bantu Pak/ Ibu ? 00.00

Nona

https://dsbanking.com/wp-content/uploads/2025/11/Nana.png 00.00

Prima

Halo, ada yang bisa Dian bantu Pak/ Ibu ? 00.00

Sabrina

Halo, ada yang bisa Sabrina bantu Pak/ Ibu ? 00.00

Azmi

Halo, ada yang bisa Azmi bantu Pak/ Ibu ? 00.00