TRAINING LOBBYING AND NEGOTIATION SKILLS

Industri perkapalan merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas, perdagangan internasional, serta pertumbuhan ekonomi nasional. Karakteristik industri ini sangat kompleks karena melibatkan banyak pemangku kepentingan, mulai dari pemilik kapal, galangan kapal, perusahaan pelayaran, freight forwarder, otoritas pelabuhan, klasifikasi kapal, hingga regulator nasional dan internasional. Dalam kondisi tersebut, kemampuan teknis saja tidak lagi mencukupi untuk menjamin kelancaran operasional dan keberhasilan bisnis perkapalan.
Proses bisnis di bidang perkapalan sangat erat dengan aktivitas lobbying dan negosiasi, seperti dalam pengadaan dan perawatan kapal, kontrak charter, penentuan tarif angkutan, klaim asuransi, kerja sama dengan galangan kapal, serta kepatuhan terhadap regulasi keselamatan dan lingkungan. Setiap keputusan yang dihasilkan dari proses negosiasi akan berdampak langsung pada biaya operasional, risiko hukum, keberlanjutan usaha, dan reputasi perusahaan.
Lobbying dan negotiation sangat krusial dalam industri perkapalan untuk mempengaruhi kebijakan publik/regulasi internasional (IMO), menyelesaikan sengketa kontrak (piagam/sewa), serta mengelola hubungan dengan otoritas pelabuhan dan serikat pekerja. Proses ini penting untuk menstabilkan biaya operasional, menjamin kepatuhan hukum, dan memenangkan kontrak kompetitif.
Berikut beberapa hal utama yang menjadi alasan mengapa lobbying dan negotiation menjadi sangat penting dalam industri perkalapan:
1. Mempengaruhi Kebijakan dan Regulasi
Industri perkapalan diatur ketat oleh regulasi internasional (seperti emisi, standar keamanan). Lobi diperlukan untuk memastikan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah atau IMO tidak merugikan operasional perusahaan dan mendukung keberlanjutan bisnis
2. Negosiasi Kontrak (Chartering)
Negosiasi diperlukan untuk mencapai kesepakatan terbaik terkait sewa kapal (charter party), tarif angkutan, dan syarat-syarat kontrak antara pemilik kapal (shipowner) dan penyewa (charterer).
3. Penyelesaian Sengketa
Sengketa sering terjadi, mulai dari keterlambatan pengiriman hingga kerusakan kargo. Negosiasi membantu menemukan titik tengah, mengurangi potensi konflik, dan menghindari persidangan hukum yang mahal.
4. Membangun Hubungan Strategis
Lobi membantu membangun hubungan baik dengan pemangku kepentingan (otoritas pelabuhan, bea cukai) guna mempercepat proses birokrasi dan operasional di pelabuhan.
5. Pengelolaan Biaya
Melalui negosiasi yang efektif, perusahaan dapat memperoleh harga bahan bakar, layanan perbaikan, atau biaya sandar pelabuhan yang lebih kompetitif.
Dalam sebuah artikel jurnal berjudul Persuasive Communication in Business Negotiations menyatakan bahwa dalam negosiasi bisnis modern, persuasive communication (komunikasi persuasif) adalah inti dari keberhasilan negosiasi, termasuk penggunaan strategi bahasa, emotional intelligence, dan adaptasi terhadap konteks budaya. Hal ini menguatkan bahwa negosiasi bukan sekadar diskusi kontrak, tetapi suatu seni komunikasi yang terencana
MATERI PELATIHAN
- Konsep Dasar Lobbying & Negotiation
- Identifikasi Stakeholder Internal & Eksternal
- Strategi Lobbying Stakeholder
- Teknik Komunikasi Persuasif dalam Lobbying
- Dasar-dasar Negosiasi untuk Mendukung Lobbying
- Negosiasi dengan Stakeholder
- Strategi Menghadapi Stakeholder Dominan, Pasif, atau Resisten
- Studi Kasus & Simulasi Lobbying Stakeholder
- Indikator Keberhasilan Lobbying & Negosiasi.
- Penvusunan Rencana Lobbying Stakeholder

Pelatihan Lobbying and Negotiation Skills diselenggarakan oleh Diorama Success Bersinergi (DSB) dan diikuti oleh perusahaan Daidan Group pada tanggal 22 – 23 Januari 2025. Pelatihan ini diselenggarakan secara In House berlokasi di kantor Daidan Group, Authoraph Tower Thamrin Nine, Jakarta Pusat.
Daidan Group sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam berbagai sektor, terutama perkapalan (transportasi laut untuk komoditas seperti batubara dan nikel) tentu saja perlu mengikuti regulasi – regulasi yang terdapat pada stakeholder perusahaan khususnya dari pihak eksternal seperti Kementrian Perhubungan, Otoritas Pelabuhan (KSOP, Pelindo), Bea Cukai, Karantina, maupun Imigrasi Regulasi internasional (IMO, SOLAS, MARPOL). Dimana tentu saja memerlukan lobbying maupun negotiation karena sarat akan kepentingan.
Pelatihan Lobbying and Negotiation Skills ini memfokuskan diri untuk menguatkan kemampuan profesional dalam merancang strategi komunikasi persuasif, memahami dinamika kekuatan kepentingan, dan menegosiasikan kesepakatan yang saling menguntungkan di lingkungan maritim yang kompleks. Selain itu, pelatihan ini memberi ruang bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan lobi yang strategis ketika menghadapi berbagai pemangku kepentingan, baik dari pihak klien, otoritas pelabuhan, pemasok komponen kapal, maupun pemilik proyek perbaikan kapal. Pada pelatihan ini banyak meilbatkan para peserta untuk dapat berdiskusi terkait dengan bagaimana memahami regulasi yang ada dan dapat disesuaikan dengan SOP yang telah dimiliki perusahaan, serta bagaimana memahami pihak – pihak pemangku kepentingan yang terkait dengan aktivitas perusahaan. Selain itu teknik dalam komunikasi, analisis untuk bernegosiasi yang diadasrkan kepada SWOT juga menjadi poin pembahasan pelatihan ini.
Tujuan dari pelatihan ini yaitu, para peserya mampu mengasah kemampuan omunikasi Persuasif baik itu lisan dan non-lisan yang persuasif dan strategis dalam mengelola percakapan yang sulit, terutama dalam negosiasi kontrak kerja atau proses perizinan di industri perkapala. Selain itu diharapkan pada akhirnya para peserta mampu mengembangkan strategi negosiasi yang relevan di Industri Perkapalan.
Investasikan keterampilan negosiasi dan lobbying bagi tim profesional Anda untuk memperkuat posisi kompetitif perusahaan di sektor perkapalan. Hubungi kami untuk konsultasi pelatihan dan penjadwalan kelas. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi +628212346977 (Nona) atau juga dapat mengunjungi website kami di https://dsbanking.com/.