TRAINING ASPEK HUKUM DAN TEKNIS DALAM PENYELENGGARAAN ELECTRONIC MONEY DI SEKTOR PERBANKAN

TRAINING ASPEK HUKUM DAN TEKNIS DALAM PENYELENGGARAAN ELECTRONIC MONEY DI SEKTOR PERBANKAN

[block]0[/block] ASPEK HUKUM DAN TEKNIS DALAM PENYELENGGARAAN ELECTRONIC MONEY DI SEKTOR PERBANKAN

[block]1[/block] Teknik Dan Strategi Analisis Cybercrime

[block]2[/block] Prinsip-Prinsip Perbankan

Bank Indonesia (BI) mencanangkan masyarakat menggunakan e money dalam transaksi keuangan atau lebih dikenal less cash society. Kebijakan uang elektronik selain dapat menekan biaya percetakan uang kartal, juga akan lebih mempermudah sistem transaksi keuangan.

Dalam prakteknya, tren penggunaan e-money dalam berbagai bentuk transaksi di Indonesia terus meningkat selama kurun waktu 3 tahun belakangan. Jika di tahun 2010 nilai transaksi mencapai Rp693 miliar, maka di tahun 2011 nilai transaksi mencapai Rp981,2 miliar. Di bulan Juli 2012 jumlah tansaksi mencapai 51,7 juta dengan nilai transaksi Rp1,92 triliun, tapi kedepan potensinya akan banyak dikembangkan. Sementara dari transaksi belanja tercatat sebesar 13,5 persen, dimana pada bulan Juli 2012 naik menjadi 16,12 persen.

Sebenarnya, pemerintah dalam rangka memberikan suatu perlindungan hukum atas pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis yang dituangkan dalam bentuk e-transaction, telah menerbitkan UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Sementara itu, secara khusus dalam hal penggunaan e-money,  Bank Indonesia sebagai bank yang bertanggung jawab melakukan pembinaan terhadap sektor perbankan, kini telah menerbitkan Peraturan Bank Indonesia Nomor: 11/12/PBI/2009 Tentang Uang Elektronik (Electronic Money).

Beberapa resiko hukum terkait dengan e-money berupa adanya pengrusakan sistem transaksi elektronik oleh pihak ketiga, sehingga terjadi kebocoran informasi transaksi elektronik, tanggung jawab bank yang bekerjasama dalam penyelenggaraan e-money dengan pihak ketiga, perlindungan hukum terhadap nasabah apabila mengalami kegagalan transaksi melalui penggunaan e-money dan banyak lagi isu hukum lainnya.

Atas dasar hal ini, maka pada dasarnya sektor perbankan yang bermaksud menyelenggarakan layanan e-money menjadi sangat penting kiranya memahami aspek-aspek hukum dan teknis dalam penyelenggaraan e-money tersebut, termasuk resiko-resiko hukum yang dapat ditimbulkan dari penyelenggaraan e-money. Untuk maksud ini ditawarkan pelatihan aspek hukum dan teknis penyelenggaraan e-money di sektor perbankan.

MATERI / OUTLINE PELATIHAN

  1. Bank dan Kegiatan Bank
  2. Fungsi Bank dalam Sistem Keuangan
  3. Prinsip-prinsip perbankan
  4. Informasi, Dokumen, dan Tanda Tangan Elektronik
  5. Penyelenggaraan Sertifikasi Elektronik dan Sistem Elektronik
  6. Transaksi Elektronik
  7. Computer forensic
  8. Skenario Cybercrime
  9. Teknik dan Strategi analisis Cybercrime
  10. Menghandel alat bukti di dunia cyber
  11. Para Pihak dalam Penyelenggaraan E-money
  12. Bentuk Badan Hukum dan Kerjasama dalam penyelenggaraan e-money
  13. Penerbit dan Manajemen Resiko penyelenggaraan E-money
  14. Peralihan Izin Penyelenggaraan E-money
  15. Pengawasan E-money
  16. Peningkatan Keamanan Teknologi
  17. Sanksi-Sanksi Hukum Penyelenggaraan E-money
  18. Isu Hukum Lain dalam Penyelenggaraan E-money
  19. Studi Kasus :
    a. Penerapan dan Penggunaan E-Money dipandang dari Aspek Hukum dan Kasus yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir
    b.Peningkatan Kinerja Penyelenggaraan E-Money dengan Pendalaman Aspek Hukum
    c. UU Informasi dan Transaksi Elektronik tentang E-Money
    d. Perlindungan Hukum terhadap pemegang Kartu E-Money
    e. Efektifitas Penggunaan / Implementasi E-Money di Indonesia

 

Jadwal Training DSBanking Tahun 2019

  • 15 – 17 Januari 2019
  • 19 – 21 Februari 2019
  • 26 – 28 Maret 2019
  • 23 – 25 April 2019
  • 2 – 4 Mei 2019
  • 25 – 27 Juni 2019
  • 16 – 18 Juli 2019
  • 27 – 29 Agustus 2019
  • 10 – 12 September 2019
  • 15 – 17 Oktober 2019
  • 19 – 21 November 2019
  • 17 – 19 Desember 2019

*Jadwal tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta

Lokasi Pelatihan DSBanking.com :

  1. Yogyakarta, Hotel Dafam Malioboro (6.000.000 IDR / participant)
  2. Jakarta, Hotel Amaris Tendean (6.500.000 IDR / participant)
  3. Bandung, Hotel Golden Flower (6.500.000 IDR / participant)
  4. Bali, Hotel Ibis Kuta (7.500.000 IDR / participant)
  5. Lombok, Hotel Jayakarta (7.500.000 IDR / participant)
  6. Singapore, Malaysia, Thailand (Please Contact Our Marketing)

 

Investasi Pelatihan tahun 2019 ini :

Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.
Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.

Fasilitas Training di Diorama School of Banking :

  1. FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)
  2. FREE Akomodasi Peserta ke tempat pelatihan .
  3. Module / Handout
  4. FREE Flashdisk
  5. Sertifikat
  6. FREE Bag or bagpackers (Tas Training)
  7. Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
  8. 2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner
  9. FREE Souvenir Exclusive

 

About the author

AdmDSBanking administrator

Leave a Reply