TRAINING OPERATION MANAGEMENT

TRAINING OPERATION MANAGEMENT

Training Operation Management: Meningkatkan Efektivitas Perencanaan, Pengendalian, dan Kinerja Operasional

TRAINING OPERATIONAL KPI ONLINE

Pelatihan Operation Management Bersama WASCO Engineering & Fabrication Pte Ltd

PT Diorama Sukses Bersinergi (DSB Training) Kembali Menyelenggarakan Pelatihan Operation Management yang Diikuti Oleh Peserta Bapak Ronak secara Online by Zoom Meeting

Pengelolaan operasional yang kurang terstruktur dapat menyebabkan berbagai kendala, seperti penggunaan sumber daya yang tidak optimal, bottleneck dalam proses produksi, keterlambatan pekerjaan, meningkatnya biaya operasional, hingga kesulitan dalam mencapai target proyek. Oleh karena itu, kemampuan dalam Operation Management menjadi semakin penting untuk memastikan seluruh aktivitas dapat berjalan sesuai dengan tujuan perusahaan.

Dalam rangka meningkatkan kompetensi pengelolaan operasional, WASCO Engineering & Fabrication Pte Ltd mengikuti Training Operation Management yang diselenggarakan oleh DIORAMA SUKSES BERSINERGI sebagai training provider. Pelatihan dilaksanakan secara online melalui Zoom Meeting pada 26–27 September 2026, pukul 09.00–15.00 WIB.

Kegiatan ini diikuti oleh Bapak Ronak Shaileshbhai Raychura sebagai peserta. Materi pelatihan disusun dengan fokus pada kebutuhan praktis dalam pengelolaan operasi, khususnya terkait perencanaan, resource management, production planning, KPI, continuous improvement, produktivitas, problem solving, hingga leadership dan koordinasi lintas fungsi.

Mengapa Kompetensi Operation Management Penting?

Banyak perusahaan masih menghadapi berbagai tantangan dalam menerapkan dan mengevaluasi efektivitas pengelolaan operasional mereka, antara lain:

  • Tingginya potensi risiko kecelakaan kerja akibat kurangnya identifikasi bahaya dan penilaian risiko yang objektif dan menyeluruh.
  • Kesulitan menyajikan data kinerja operasional secara terukur di hadapan jajaran manajemen dan direksi.
  • Ketidakjelasan tanggung jawab dan koordinasi dalam operasional akibat keterlibatan berbagai pihak/kontraktor di area kerja.
  • Kurangnya keterlibatan mendalam dari seluruh pekerja dan pemangku kepentingan dalam membangun budaya kerja yang efektif.
  • Ketiadaan standar evaluasi baku untuk mengukur tingkat kepatuhan dan keberhasilan penerapan operation management antar-periode pelaksanaan.

Melalui Training Operation Management berbasis regulasi dan standar yang berlaku, perusahaan dapat mengidentifikasi, mengendalikan, serta melaporkan kinerja operasional secara akuntabel, terstruktur, dan berkelanjutan.

Materi Training Operation Management

TRAINING OPERATIONAL KPI ONLINE

Pemaparan Materi Pelatihan Operation Management

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembahasan yang komprehensif mengenai berbagai aspek penting dalam Operation Management.

1. Operations Strategy & Planning

Materi pertama membahas bagaimana menerjemahkan jadwal proyek dan tujuan bisnis menjadi rencana pelaksanaan operasional yang lebih konkret.

Peserta mempelajari perencanaan sumber daya dan kapasitas untuk jangka pendek, menengah, maupun panjang. Pembahasan juga mencakup bagaimana mengelola beberapa proyek yang memiliki prioritas berbeda ketika perusahaan menghadapi keterbatasan sumber daya.

Dengan perencanaan yang tepat, setiap pekerjaan dapat memiliki prioritas yang jelas sehingga sumber daya dapat dialokasikan sesuai kebutuhan.

2. Capacity & Resource Management

Pengelolaan kapasitas dan sumber daya menjadi bagian penting dalam operasional. Peserta mempelajari perencanaan kapasitas tenaga kerja, workshop, equipment, dan workfront.

Selain itu, materi mencakup resource loading, utilization, productivity measurement, serta forecasting. Peserta juga mempelajari bagaimana mengidentifikasi bottleneck dan menyeimbangkan kapasitas yang tersedia dengan beban pekerjaan.

3. Production Planning & Control

Materi ini memberikan pemahaman mengenai perencanaan produksi yang dapat diterapkan pada lingkungan fabrikasi dan konstruksi.

Peserta mempelajari look-ahead planning, constraint management, serta recovery planning. Pembahasan juga mencakup bagaimana menghadapi keterlambatan yang disebabkan oleh material, engineering atau drawing, equipment, maupun keterbatasan workfront.

4. Operational KPI & Performance Management

Peserta mendapatkan pemahaman mengenai penyusunan KPI yang relevan untuk mengukur produktivitas, utilization, schedule, quality, cost, dan efficiency.

Materi juga membahas pengembangan dashboard dan pemanfaatan data untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen. Peserta diperkenalkan pada perbedaan antara leading indicator dan lagging indicator, termasuk pentingnya early-warning system dalam mengidentifikasi potensi permasalahan sebelum berdampak lebih besar terhadap operasional.

5. Lean Operations & Continuous Improvement

Pada materi ini, peserta mempelajari bagaimana mengidentifikasi dan mengurangi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah.

Pembahasan mencakup Value Stream Mapping, bottleneck analysis, root-cause analysis, dan process optimization. Pendekatan Lean juga dikaitkan dengan kondisi praktis yang dapat ditemukan pada fabrication yard maupun aktivitas konstruksi.

6. Cost & Productivity Improvement

Materi berikutnya berfokus pada peningkatan produktivitas sekaligus pengendalian biaya operasional.

Peserta mempelajari man-hour analysis, productivity analysis, operational cost control, serta pertimbangan make-vs-buy dan keputusan subcontracting. Selain itu, dibahas pula bagaimana mengevaluasi business case untuk automation dan process improvement.

7. Risk, Problem Solving & Decision Making

Peserta mendapatkan pemahaman mengenai identifikasi dan mitigasi risiko operasional. Materi juga membahas structured problem solving, root-cause analysis, serta proses pengambilan keputusan ketika perusahaan menghadapi keterbatasan jadwal, sumber daya, dan kondisi operasional.

8. Leadership & Cross-Functional Coordination

Pengelolaan operasional membutuhkan koordinasi yang baik antara berbagai fungsi. Oleh karena itu, peserta mempelajari cara mengelola multidisciplinary operational teams.

Pembahasan mencakup koordinasi antara Production, Construction, Engineering, SCM, Quality, Planning, dan HSE, serta pentingnya accountability, delegation, dan performance improvement dalam membangun tim operasional yang efektif.

Jalannya dan Diskusi yang Terjadi Saat Pelatihan

TRAINING OPERATIONAL KPI ONLINE

Studi Kasus Pelatihan Operation Management

Pelatihan berlangsung secara online melalui Zoom Meeting dengan suasana pembelajaran yang interaktif. Materi disampaikan dengan pendekatan praktis sehingga peserta dapat memahami hubungan antara perencanaan, kapasitas, produktivitas, pengendalian biaya, dan pencapaian target operasional.

Dalam sesi pembahasan mengenai capacity dan resource management, Ronak mengajukan pertanyaan mengenai kondisi ketika beban pekerjaan lebih besar dibandingkan kapasitas sumber daya yang tersedia.

“Jika beberapa proyek memiliki prioritas tinggi dalam waktu yang hampir bersamaan, bagaimana cara menentukan resource allocation agar tidak ada pekerjaan yang mengalami keterlambatan?” tanya Ronak.

Instruktur menjelaskan bahwa kondisi tersebut perlu ditangani melalui perencanaan kapasitas dan penentuan prioritas yang jelas.

“Kita perlu melihat workload, kapasitas aktual, tingkat urgensi, serta dampak setiap pekerjaan terhadap target proyek. Jangan hanya membagi resource secara merata. Resource harus dialokasikan berdasarkan prioritas dan kebutuhan, kemudian dilakukan monitoring secara berkala untuk melihat apakah kapasitas masih seimbang dengan workload,” jelas instruktur.

Pada pembahasan mengenai Operational KPI, peserta juga menanyakan bagaimana menentukan indikator yang benar-benar memberikan manfaat bagi manajemen.

“Bagaimana menentukan KPI yang tepat agar indikator yang digunakan tidak terlalu banyak tetapi tetap bisa memberikan gambaran kondisi operasional secara jelas?” tanya Ronak.

Instruktur menjelaskan bahwa KPI harus berkaitan langsung dengan tujuan operasional dan dapat digunakan untuk mengambil tindakan.

“KPI yang baik bukan yang jumlahnya paling banyak, tetapi yang paling relevan dengan tujuan perusahaan. Pilih indikator yang benar-benar dapat menunjukkan produktivitas, efisiensi, kualitas, biaya, dan pencapaian jadwal. Yang tidak kalah penting, KPI tersebut harus menghasilkan informasi yang bisa digunakan untuk mengambil keputusan,” jelas instruktur.

Diskusi kemudian berlanjut pada pembahasan mengenai keterlambatan pekerjaan akibat material, drawing, equipment, maupun keterbatasan workfront. Peserta memperoleh pemahaman bahwa pengendalian operasional membutuhkan kemampuan untuk mendeteksi constraint lebih awal dan menyiapkan recovery plan sebelum keterlambatan berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Penerapan Lean dan Continuous Improvement

Salah satu pembahasan yang mendapatkan perhatian adalah mengenai Lean Operations & Continuous Improvement.

Peserta mempelajari bahwa peningkatan efisiensi tidak selalu harus dilakukan melalui perubahan besar. Identifikasi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah, pengurangan waktu tunggu, perbaikan alur kerja, serta penghilangan bottleneck dapat memberikan dampak terhadap produktivitas.

Melalui Value Stream Mapping dan root-cause analysis, peserta mendapatkan gambaran mengenai bagaimana suatu proses dapat dianalisis secara lebih menyeluruh sebelum menentukan tindakan perbaikan.

Pendekatan tersebut menjadi penting bagi perusahaan yang menjalankan aktivitas fabrikasi dan konstruksi karena perubahan kecil dalam alur kerja dapat memberikan pengaruh terhadap waktu, biaya, serta produktivitas secara keseluruhan.

Hasil yang Diperoleh Peserta

Setelah mengikuti pelatihan selama dua hari, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pengelolaan operasional mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi kinerja.

Peserta memahami bagaimana menerjemahkan tujuan bisnis dan project schedule menjadi operational execution plan, melakukan capacity dan resource planning, mengendalikan produksi, serta mengelola berbagai constraint yang dapat menghambat pencapaian target.

Selain itu, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai penyusunan KPI, pemanfaatan dashboard, Lean Operations, peningkatan produktivitas, pengendalian biaya, manajemen risiko, problem solving, dan pengambilan keputusan.

Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu peserta dalam menjalankan fungsi operasional secara lebih terstruktur serta meningkatkan koordinasi dengan berbagai fungsi yang terlibat dalam pelaksanaan proyek.

Cerita dari Peserta

Setelah mengikuti pelatihan, Ronak Shaileshbhai Raychura menyampaikan bahwa materi yang diberikan memberikan perspektif yang lebih luas mengenai pengelolaan operasional.

“Training ini memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai bagaimana menghubungkan project planning dengan operational execution. Saya mendapatkan wawasan mengenai bagaimana resource, capacity, productivity, dan KPI dapat dikelola secara terintegrasi untuk mendukung pencapaian target.”

Ronak juga menilai pembahasan mengenai problem solving dan continuous improvement memberikan manfaat yang cukup besar.

“Materi mengenai bottleneck analysis, root-cause analysis, dan Lean Operations sangat menarik karena pendekatannya dapat digunakan untuk mencari akar permasalahan, bukan hanya menangani masalah yang muncul. Hal ini memberikan perspektif baru dalam melakukan improvement di lingkungan operasional.”

Ia juga menambahkan bahwa pembahasan mengenai koordinasi lintas fungsi menjadi salah satu bagian yang relevan dengan kebutuhan pekerjaan.

“Dalam operasional, banyak bagian yang saling bergantung, seperti Production, Engineering, SCM, Quality, Planning, dan HSE. Training ini membantu saya memahami pentingnya koordinasi dan accountability agar setiap fungsi dapat bekerja menuju target yang sama.”

Kesimpulan Training Operation Management

Pelatihan Operation Management yang diselenggarakan secara online melalui Zoom Meeting pada 26–27 September 2026 memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dari WASCO Engineering & Fabrication Pte Ltd, yaitu Bapak Ronak Shaileshbhai Raychura, mengenai cara mengelola dan mengevaluasi kinerja operasional suatu perusahaan atau kegiatan. Selama pelatihan, peserta mempelajari konsep dan prinsip operation management, identifikasi stakeholder, pemetaan proses kerja, penentuan target kinerja, pengukuran kinerja operasional, pengendalian risiko, serta perhitungan efektivitas dan efisiensi operasional. Melalui pembahasan tersebut, peserta diharapkan mampu memahami setiap tahapan pengelolaan operasional secara lebih terstruktur dan sesuai dengan karakteristik kegiatan yang dievaluasi.

Selain pembahasan teori, pelatihan juga dilengkapi dengan studi kasus dan diskusi. Hal ini membantu peserta memahami penerapan metode operation management dalam situasi yang nyata. Dengan kompetensi tersebut, peserta diharapkan mampu mengidentifikasi stakeholder dan sasaran kinerja secara tepat. Peserta juga diharapkan mampu mengumpulkan data yang relevan, mengukur kinerja operasional, serta menghitung nilai efektivitas dari suatu kegiatan. Pada akhirnya, kompetensi ini dapat mendukung organisasi dalam mengevaluasi efektivitas operasional dan meningkatkan pengambilan keputusan. Kompetensi ini juga membantu organisasi menunjukkan kinerja yang dihasilkan secara lebih terukur dan akuntabel.

FAQ Training Operation Management

Q : Apa tujuan Pelatihan Operation Management?

A : Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai konsep dan metode Operation Management, mulai dari identifikasi stakeholder, pemetaan proses kerja, penentuan target kinerja, pengukuran kinerja operasional, hingga perhitungan efektivitas dan efisiensi untuk mendukung pengelolaan operasional yang efektif dan akuntabel.

Q : Siapa yang perlu mengikuti Pelatihan Operation Management?

A : Pelatihan ini direkomendasikan bagi Operations Manager, Production Supervisor, Plant Manager, Project Manager, Business Analyst, Supply Chain Staff, Quality Control Staff, serta profesional lain yang terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan operasional.

Q : Apa manfaat mengikuti Pelatihan Operation Management?

A : Peserta memperoleh pemahaman dan keterampilan dalam mengidentifikasi stakeholder, menentukan target kinerja, mengukur kinerja operasional, mengumpulkan serta menganalisis data, dan menghitung efektivitas dari suatu kegiatan operasional. Kompetensi ini dapat mendukung organisasi dalam mengelola operasional secara lebih sistematis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Q : Berapa lama durasi pelatihan?

A : Pelatihan berlangsung selama dua hari dan mencakup pembahasan teori, diskusi, serta studi kasus penerapan Operation Management. Durasi pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta atau perusahaan.

Q : Bagaimana cara mendaftar Pelatihan Operation Management?

A : Untuk mengikuti Pelatihan Operation Management, Anda dapat menghubungi +62 813-1888-5447 (Isna) sebagai Marketing Professional Diorama Sukses Bersinergi untuk memperoleh informasi mengenai jadwal, biaya, maupun pelaksanaan pelatihan-pelatihan lainnya. Anda juga dapat mengunjungi website resmi Diorama Sukses Bersinergi https://dsbanking.com/.

About the author

Fauzi Hafizh editor

Hafizh Fauzi seorang penulis dan marketing training profesional berpengalaman yang telah memberikan lebih dari 100 rekomendasi pelatihan dan sertifikasi kepada perusahaan swasta nasional dan instansi di Indonesia. Saat ini fokus sebagai Manager Marketing untuk membagikan pengalamannya di PT Diorama Sukses Bersinergi.

Konsultasikan kebutuhan Anda

Kami dengan senang hati akan membantu Anda! Jangan ragu untuk menanyakan apapun kepada kami. Klik di bawah untuk memulai obrolan.

Marketing

Nona

Online

Marketing

Isna

Online

Marketing

Sabrina

Online

Marketing

Azmi

Online

Marketing

Dian

Online

Nona

https://dsbanking.com/wp-content/uploads/2025/11/Nana.png 00.00

Isna

Halo, ada yang bisa Isna bantu Pak/ Ibu ? 00.00

Sabrina

Halo, ada yang bisa Sabrina bantu Pak/ Ibu ? 00.00

Azmi

Halo, ada yang bisa Azmi bantu Pak/ Ibu ? 00.00

Dian

Halo, ada yang bisa Dian bantu Pak/ Ibu ? 00.00