TRAINING INTERPERSONAL SKILL

TRAINING INTERPERSONAL SKILL

Training Interpersonal Skill : Meningkatkan Kompetensi Komunikasi dan Kolaborasi

TRAINING MANAJEMEN KONFLIK ONLINE

Pelatihan Interpersonal Skill Bersama PT Marga Mandalasakti

PT Diorama Sukses Bersinergi (DSB Training) Kembali Menyelenggarakan Pelatihan Interpersonal Skill yang Diikuti Oleh Peserta dari PT Marga Mandalasakti secara Online by Zoom Meeting

Interaksi yang efektif menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kelancaran pekerjaan, baik dalam membangun kerja sama tim, menyampaikan informasi, memberikan umpan balik, maupun menghadapi perbedaan pendapat. Kemampuan interpersonal tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara, tetapi juga mencakup kemampuan mendengarkan, memahami perspektif orang lain, mengelola emosi, membangun kepercayaan, serta menjaga hubungan kerja yang positif.

Interpersonal skill merupakan keterampilan yang membantu seseorang berkomunikasi, membangun, dan menjaga hubungan yang efektif dengan orang lain. Dalam materi pelatihan, keterampilan ini dijelaskan memiliki tiga pilar utama, yaitu kesadaran diri (self-awareness), kepekaan sosial (social sensitivity), dan manajemen hubungan. Penguasaan keterampilan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kolaborasi tim, meminimalkan gesekan emosional, dan mendukung pencapaian target kerja.

Dalam rangka meningkatkan kompetensi di bidang pengembangan diri dan komunikasi, Bapak Putra dan Bapak Shidiq dari PT Marga Mandalasakti mengikuti Training Interpersonal Skill yang dipercayakan kepada Diorama Sukses Bersinergi sebagai training provider. Pelatihan dilaksanakan secara online melalui Zoom Meeting pada 24-25 September 2026, dengan menghadirkan Bapak Putra dan Bapak Shidiq sebagai peserta serta Bapak Arnold Dharmawan Arsad, SH, CPFSO sebagai trainer dalam pelatihan ini.

Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai konsep dan penerapan keterampilan interpersonal, seperti komunikasi efektif, kerja sama tim, dan pengelolaan hubungan kerja, sekaligus mendiskusikan berbagai situasi yang dapat muncul dalam interaksi di lingkungan kerja.

Materi dan Jalannya Pelatihan Interpersonal Skill

Pelatihan berlangsung dengan pembahasan yang terstruktur mengenai keterampilan interpersonal yang dapat diterapkan dalam interaksi kerja sehari-hari. Peserta mendapatkan pemahaman konseptual sekaligus teknik praktis yang dapat digunakan dalam komunikasi, kerja sama, diskusi kelompok, pemberian feedback, dan penyelesaian konflik.

1. Konsep Dasar Interpersonal Skill

Pada sesi awal, peserta mempelajari konsep dasar interpersonal skill dan perbedaannya dengan hard skill. Interpersonal skill dipahami sebagai keterampilan yang dinilai secara subjektif, seperti komunikasi, teamwork, empati, dan kecerdasan emosional. Materi juga menekankan bahwa interpersonal skill penting dalam dunia kerja karena membantu seseorang berinteraksi dengan rekan kerja, memimpin tim, melayani klien, dan mendukung perkembangan karier.

2. Prinsip Komunikasi Interpersonal Efektif

Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan prinsip komunikasi interpersonal efektif. Peserta mempelajari pentingnya kejelasan pesan, komunikasi dua arah, umpan balik atau loop closure, serta kesesuaian konteks. Komunikasi efektif tidak hanya berfokus pada apa yang disampaikan oleh pengirim, tetapi juga pada apa yang dipahami oleh penerima.

Salah satu kerangka komunikasi yang diperkenalkan adalah REACH, yaitu Respect, Empathy, Audible, Clarity, dan Humble. Prinsip tersebut menekankan pentingnya menghormati lawan bicara, memahami sudut pandang orang lain, memastikan pesan dapat didengar dan dipahami, menyampaikan pesan secara jelas, serta menjaga sikap rendah hati dan terbuka.

3. Active Listening dan Teknik Bertanya Efektif

Materi active listening dan teknik bertanya efektif turut menjadi bagian penting dalam pelatihan. Peserta mempelajari empat langkah active listening, yaitu Pay Attention, Show Listening, Provide Feedback, dan Defer Judgment. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan pertanyaan terbuka dan pertanyaan klarifikasi untuk membantu menggali informasi serta memastikan kesamaan pemahaman.

Pelatihan juga membahas komunikasi verbal dan nonverbal. Dalam komunikasi verbal, peserta diarahkan untuk menggunakan pilihan kata yang positif dan profesional, artikulasi yang jelas, serta kalimat yang ringkas. Sementara itu, aspek nonverbal mencakup kontak mata, postur dan gestur yang terbuka, intonasi, kecepatan, dan volume suara yang disesuaikan dengan suasana diskusi.

4. Membangun Empati dan Kepercayaan

Selanjutnya, peserta mempelajari cara membangun empati dan kepercayaan. Empati mencakup empati kognitif, empati emosional, dan tindakan empatis. Sementara building trust menekankan integritas dan konsistensi, kompetensi diri, serta transparansi dan niat baik. Kepercayaan dibangun melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, termasuk menepati janji, bertanggung jawab, mengakui kesalahan, mendengarkan secara aktif, dan memahami perspektif orang lain.

Dalam pembahasan fasilitasi diskusi kelompok, peserta mempelajari pentingnya menetapkan aturan main (ground rules), mendorong partisipasi melalui pertanyaan terbuka, serta merangkum poin utama secara berkala. Materi dinamika kelompok kemudian memperkenalkan tahapan Tuckman, yaitu Forming, Storming, Norming, dan Performing, serta faktor yang memengaruhi dinamika kelompok seperti leadership, struktur organisasi, jaringan sosial, dan konformitas.

5. Feedback Konstruktif

Materi feedback konstruktif memperkenalkan pendekatan SBI, yaitu Situation, Behavior, dan Impact. Peserta diarahkan untuk menjelaskan situasi secara spesifik, menggambarkan perilaku yang dapat diamati tanpa menghakimi karakter, serta menjelaskan dampak nyata dari perilaku tersebut terhadap tim atau hasil kerja.

6. Manajemen Konflik

Pada sesi manajemen konflik, peserta mempelajari prinsip untuk fokus pada masalah, bukan menyerang orang; mencari kepentingan bersama; dan mengupayakan solusi win-win. Materi juga membahas Root Cause Analysis (RCA) atau Analisa Akar Masalah (AAM) sebagai proses untuk menemukan akar penyebab masalah sehingga solusi dapat diarahkan pada persoalan mendasar, bukan hanya menangani gejalanya.

7. Emotional Intelligence

Pembahasan berikutnya mencakup emotional intelligence, yang meliputi self-awareness, empati sosial, self-regulation, dan keterampilan sosial. Peserta juga mempelajari persuasi positif melalui prinsip resiprokas, pembuktian sosial, dan framing positif. Untuk menghadapi peserta atau lawan bicara dengan karakter berbeda, materi memberikan pendekatan bagi peserta pasif, dominan, dan skeptis.

Sebagai bagian penutup, peserta diarahkan untuk membuat rencana pengembangan berkelanjutan melalui self-assessment, latihan harian yang terukur, serta mentoring dan feedback secara periodik. Pendekatan ini membantu menjadikan interpersonal skill sebagai kebiasaan yang terus dikembangkan dalam aktivitas kerja.

Cerita dari Peserta Pelatihan

TRAINING MANAJEMEN KONFLIK ONLINE

Diskusi dan Studi Kasus Pelatihan Interpersonal Skill

Salah satu peserta menyampaikan bahwa Training Interpersonal Skill memberikan pemahaman yang lebih terstruktur mengenai bagaimana membangun komunikasi dan hubungan kerja yang efektif.

“Melalui training ini, saya mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai pentingnya interpersonal skill dalam membangun komunikasi dan kerja sama. Saya memahami bahwa komunikasi yang efektif bukan hanya tentang menyampaikan pesan, tetapi juga memastikan pesan tersebut dipahami dengan baik oleh lawan bicara.”

Peserta juga menilai pembahasan active listening, empati, dan komunikasi verbal maupun nonverbal relevan untuk diterapkan dalam interaksi kerja sehari-hari.

“Materi active listening dan empati membantu saya melihat bahwa kualitas komunikasi sangat dipengaruhi oleh kemampuan untuk mendengarkan dan memahami perspektif orang lain. Teknik tersebut dapat menjadi bekal dalam membangun hubungan kerja yang lebih terbuka dan saling menghargai.”

Selain itu, materi feedback SBI dan manajemen konflik memberikan perspektif mengenai bagaimana perbedaan atau masalah dalam tim dapat dibahas secara lebih terarah.

“Saya mendapatkan pemahaman bahwa feedback sebaiknya disampaikan berdasarkan situasi dan perilaku yang konkret serta dampaknya, bukan berdasarkan penilaian terhadap pribadi seseorang. Pendekatan tersebut dapat membantu komunikasi menjadi lebih konstruktif ketika terjadi perbedaan atau evaluasi.”

Mengikuti pelatihan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan kompetensi sumber daya manusia, khususnya dalam memperkuat kemampuan komunikasi, kolaborasi, empati, dan pengelolaan hubungan di lingkungan kerja.

Kesimpulan Training Interpersonal Skill

TRAINING MANAJEMEN KONFLIK ONLINE

Penampilan Sertifikat Peserta Pelatihan Interpersonal Skill

Pelatihan Interpersonal Skill yang diselenggarakan secara online melalui Zoom Meeting pada 24-25 September 2026 memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada peserta dari PT Marga Mandalasakti, yaitu Bapak Putra dan Bapak Shidiq, mengenai cara membangun komunikasi dan hubungan kerja yang efektif di lingkungan profesional. Pelatihan ini menghadirkan Bapak Arnold Dharmawan Arsad, SH, CPFSO sebagai trainer. Selama pelatihan, peserta mempelajari konsep dasar interpersonal skill dan prinsip komunikasi efektif. Peserta juga mempelajari active listening serta komunikasi verbal dan nonverbal. Materi berlanjut pada cara membangun empati dan kepercayaan, serta fasilitasi diskusi dan dinamika kelompok. Selain itu, dibahas pemberian feedback konstruktif, manajemen konflik, emotional intelligence, dan persuasi positif. Melalui pembahasan tersebut, peserta diharapkan mampu memahami setiap aspek interaksi kerja secara lebih terstruktur dan sesuai dengan situasi yang dihadapi.

Selain pembahasan teori, pelatihan juga dilengkapi dengan diskusi dan latihan. Kegiatan ini membantu peserta memahami penerapan keterampilan interpersonal dalam situasi kerja yang nyata. Dengan kompetensi tersebut, peserta diharapkan mampu berkomunikasi secara jelas dan empatik. Peserta juga diharapkan mampu membangun kepercayaan dengan rekan kerja. Selain itu, peserta dapat memberikan dan menerima feedback secara konstruktif. Peserta juga mampu mengelola konflik menuju solusi win-win. Terakhir, peserta dapat menyusun rencana pengembangan diri yang berkelanjutan. Pada akhirnya, kompetensi ini dapat mendukung organisasi dalam menciptakan kolaborasi tim yang lebih solid. Kompetensi ini juga dapat meningkatkan produktivitas kerja. Selain itu, kompetensi ini membantu membangun lingkungan kerja yang lebih positif dan profesional.

FAQ Training Interpersonal Skill

Q: Apa tujuan Pelatihan Interpersonal Skill?

A: Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai konsep dan penerapan Interpersonal Skill. Materi mencakup komunikasi efektif, active listening, serta komunikasi verbal dan nonverbal. Peserta juga mempelajari cara membangun empati dan kepercayaan, serta fasilitasi diskusi dan dinamika kelompok. Selain itu, dibahas pemberian feedback konstruktif, manajemen konflik, emotional intelligence, dan persuasi positif. Seluruh materi ini bertujuan mendukung hubungan kerja yang efektif dan profesional.

Q: Siapa yang perlu mengikuti Pelatihan Interpersonal Skill?

A: Pelatihan ini direkomendasikan bagi Team Leader, Supervisor, Manager, Project Manager, Customer Service, HR Staff, serta Marketing dan Sales Staff. Pelatihan ini cocok bagi profesional lain yang berinteraksi dengan rekan kerja, tim, atasan, maupun klien dalam aktivitas kerja sehari-hari.

Q: Apa manfaat mengikuti Pelatihan Interpersonal Skill?

A: Peserta memperoleh pemahaman dan keterampilan dalam berkomunikasi secara jelas dan empatik. Peserta juga belajar membangun kepercayaan serta memberikan dan menerima feedback secara konstruktif. Selain itu, peserta mampu mengelola konflik menuju solusi win-win dan menghadapi lawan bicara dengan karakter berbeda. Kompetensi ini dapat mendukung organisasi dalam menciptakan kolaborasi tim yang lebih solid. Kompetensi ini juga mendorong produktivitas yang lebih baik serta lingkungan kerja yang lebih positif.

Q: Berapa lama durasi pelatihan?

A: Pelatihan berlangsung selama dua hari dan mencakup pembahasan teori, diskusi, serta latihan penerapan Interpersonal Skill dalam situasi kerja. Durasi pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta atau perusahaan.

Q: Bagaimana cara mendaftar Pelatihan Interpersonal Skill?

A: Untuk mengikuti Pelatihan Interpersonal Skill, Anda dapat menghubungi +62 821-2346-3977 (Nona) sebagai Marketing Professional Diorama Sukses Bersinergi untuk memperoleh informasi mengenai jadwal, biaya, maupun pelaksanaan pelatihan-pelatihan lainnya. Anda juga dapat mengunjungi website resmi Diorama Sukses Bersinergi https://dsbanking.com/.

About the author

Fauzi Hafizh editor

Hafizh Fauzi seorang penulis dan marketing training profesional berpengalaman yang telah memberikan lebih dari 100 rekomendasi pelatihan dan sertifikasi kepada perusahaan swasta nasional dan instansi di Indonesia. Saat ini fokus sebagai Manager Marketing untuk membagikan pengalamannya di PT Diorama Sukses Bersinergi.

Konsultasikan kebutuhan Anda

Kami dengan senang hati akan membantu Anda! Jangan ragu untuk menanyakan apapun kepada kami. Klik di bawah untuk memulai obrolan.

Marketing

Nona

Online

Marketing

Isna

Online

Marketing

Sabrina

Online

Marketing

Azmi

Online

Marketing

Dian

Online

Nona

https://dsbanking.com/wp-content/uploads/2025/11/Nana.png 00.00

Isna

Halo, ada yang bisa Isna bantu Pak/ Ibu ? 00.00

Sabrina

Halo, ada yang bisa Sabrina bantu Pak/ Ibu ? 00.00

Azmi

Halo, ada yang bisa Azmi bantu Pak/ Ibu ? 00.00

Dian

Halo, ada yang bisa Dian bantu Pak/ Ibu ? 00.00