DS Banking | Because We Understand That Banking Is Special training Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Batam Archives - Diorama School of Banking

Tag Archive training Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Batam

Training Budaya Corporate & Efektifitas Media Kehumasan

[block]0[/block] Budaya Corporate & Efektifitas Media Kehumasan

Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan

training Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan,pelatihan Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan,training Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Batam,training Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Bandung,training Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Jakarta,training Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Jogja,training Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Malang,training Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Surabaya,training Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Bali,training Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Lombok,training Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Pasti Jalan,pelatihan Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Pasti Running,pelatihan Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Batam,pelatihan Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Bandung,pelatihan Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Jakarta,pelatihan Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Jogja,pelatihan Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Malang,pelatihan Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Surabaya,pelatihan Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Bali,pelatihan Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan LombokDESKRIPSI TRAINING Budaya Corporate & Efektifitas Media Kehumasan

Mengelola media kehumasan dan mengelola koran umum, selain memilikiperbedaan prinsip, ada pula persamaan prinsipnya. Jika media kehumasan diabdikan untuk membangun “kesalingpahaman” antara perusahaan dan stakeholdersnya (karyawan, pelanggan, mitra pemasok, dan stakeholders lainnya seperti dinas-dinas terkait, mitra aliansi hingga masyarakat luas) maka media massa umum berfungsi sebagai kontrol sosial. Pembangun “kesalingpahaman” Vs Kontrol Sosial.

Karena fungsi kontrol sosial ini maka kritik terbuka dalam media massa menjadi jamak dan daya tarikinti. Maka muncul pomeo Bad News(perselingkuhan, korupsi, perkosaan, penipuan) adalah is Good News. Itulah sebabnya di media umum orang bersikap kritik ya kritik bahkan hingga tahap “menelanjangi” sekalipun sering dilakukan.

Sebaliknya, di media kehumasan cara mengkritik harus “dikelola” sedemikian rupa, harus menghindari efek konfrontasi (frontal/berhadap-hadapanan) diantara para terlibat. Konflik bos dan karyawan, misalnya harus dikelola sedemikian rupa tanpa berdampak/membuat para pihak merasa terancam martabatnya. Nilai konflik harus dikelola sedemikian rupa hingga yang tersisa tinggal substansi masalahnya saja dan yang terpentingpenyelesaiannya.Dalam pome Jawa Kecekel lelenya ora buthek banyune.Menjaring ikan lele di kolam yang berlumpur, tanpa membuat keruh airnya.

Persamaan prinsipilnya, baik media kehumasan atau majalah/koran umum, harus sama-sama membangun integritas anggota redaksinya, sesuai kode etik, dan kebutuhan kompetensi serta Skala Prioritaspersoalan yang dihadapi perusahaan.

Alur penjelasan ini membawa konsekuensi bahwa para pengelola majalah internal perusahaan haruslah diposisikan sesuai dengan posisi dan tugas strategisnya. Jika Redaksi Majalah Internal di bawah tanggungjawab petugas PR, maka PR harus diletakan di dalam lingkaran para pemutus kebijakan. Bank Indonesia (BI) barangkali adalah satu-satunya organisasi yang meletakkan posisi PR diantara para Dewan Gubernur. Di banyak tempat, pada umumnya posisi itu masih harus direbut dengan perjuangan berdarah-darah. Dalam kaitan ini, para PR dapat menjadikan media internalnya untuk merebut posisi strategis PR sebagaimana terjadi di Bank Indonesia. Isu-isu yang tepat, memiliki sifat strategis dan mendesak yang dibuat PR lewat rubrik-rubriknya, dapat meningkatkan trust perusahaan kepada PR. Tapi baik di bawah kendali PR atau bukan, REDAKSI PENGELOLA majalah perusahaan harus bisa menjadikan majalah yang dikelolanya sebagai OPINIAN LEADER bagi kemajuan perusahaan. Untuk kedua tujuan inilah workshop ini diselenggarakan.

Tujuan TRAINING Budaya Corporate & Efektifitas Media Kehumasan
1. Memberikan ketrampilan yang terukur pada peserta dalam mengelola “Media Internal” sesuai dengan fungsinya sebagai “media kehumasan” sesuai dengan Skala Prioritas permasalahan dan target-target perusahaan.
2. Memberikan ketrampilan melakukan fact finding sebagaimana disebut pada point 1 di atas secara profesional
3. Memberikan ketrampilan untuk memanfaatkan hasil fact finding sebagaimana disebut dalam point 2, untuk menyusun kluster rubrikasinya dan boks2nya
4. Merangsang kreatifitas peserta dalam menggunakan hasil point 1,2 dan 3 untuk menyusun kegiatan pelatihan, out bound, lomba-lomba tematik yang mengarah pada penguatan awareness dan membangun trust dg segenap karyawan kepada majalah internal yang dikelolanya
5. Memberi ketrampilan untuk mengelola faksi-faksi dalam perusahaan, baik yang nagaholic (suka menolak/resisten terhadap program perusahaan) maupun faksi yang pro aktif, untuk ditampilkan dalam majalah internal yang dikelolanya, dengan tujuan untuk mancairkan konflik yang ada.
6. Memberi ketrampilan dalam menggali dan membuat berita yang memiliki sugesti kuat bagi proses konsolidasi segenap manager dan karyawan
7. Memberi ketrampilan teknis dalam menyusun isu-isu terkonteks, dan dalam membuat formula LEAD BERITA media kehumasan yang menarik, menyugesti, benchmarking dan mengispiring bagi peserta

 

MATERI TRAINING Budaya Corporate & Efektifitas Media Kehumasan
1. Mengelola rubrik yang berdampak membangun harmoni dan terbentuknya kesalingpahaman antara manajemen dengan staf/karyawan, terutama yang berkeahlian.
2. Menghandle perilaku para CEO dan manajemen dengan cara elegan yang menjaga martabat tanpa menimbulkan efek yang tidak diinginkan
3. Mengelola majalah internal dengan hasil yang terukur dan berkelanjutan
4. Mampu menjadikan majalah internal yang dikelolanya menjadi pusat Informasi & Empowering bagi seluruh civitas perusahaan.
5. Mampu menjadikan Team Redaksi sebagai Agent of Change (agen perubahan) sesuai dengan konteks keberadaan perusahaannya.
6. Mampu menjadikan majalahnya sebagai “Jendela Dunia” bagi seluruh lini perusahaan
7. Mampu menjadikan majalah internalnya sebagai penjaga tensi Organisasi Belajar Berbasis Pengetahuan

 

Jadwal Training DSBanking Tahun 2019

  • 15 – 17 Januari 2019
  • 19 – 21 Februari 2019
  • 26 – 28 Maret 2019
  • 23 – 25 April 2019
  • 2 – 4 Mei 2019
  • 25 – 27 Juni 2019
  • 16 – 18 Juli 2019
  • 27 – 29 Agustus 2019
  • 10 – 12 September 2019
  • 15 – 17 Oktober 2019
  • 19 – 21 November 2019
  • 17 – 19 Desember 2019

*Jadwal tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta

Lokasi Pelatihan DSBanking.com :

  1. Yogyakarta, Hotel Dafam Malioboro (6.000.000 IDR / participant)
  2. Jakarta, Hotel Amaris Tendean (6.500.000 IDR / participant)
  3. Bandung, Hotel Golden Flower (6.500.000 IDR / participant)
  4. Bali, Hotel Ibis Kuta (7.500.000 IDR / participant)
  5. Lombok, Hotel Jayakarta (7.500.000 IDR / participant)
  6. Singapore, Malaysia, Thailand (Please Contact Our Marketing)

 

Investasi Pelatihan tahun 2019 ini :

Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.
Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.

Fasilitas Training di Diorama School of Banking :

  1. FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)
  2. FREE Akomodasi Peserta ke tempat pelatihan .
  3. Module / Handout
  4. FREE Flashdisk
  5. Sertifikat
  6. FREE Bag or bagpackers (Tas Training)
  7. Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
  8. 2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner
  9. FREE Souvenir Exclusive

Pelatihan Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan

[block]0[/block] Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan

[block]1[/block] Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan

training Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan,pelatihan Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan,training Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Batam,training Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Bandung,training Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Jakarta,training Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Jogja,training Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Malang,training Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Surabaya,training Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Bali,training Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Lombok,pelatihan Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Batam,pelatihan Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Bandung,pelatihan Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Jakarta,pelatihan Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Jogja,pelatihan Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Malang,pelatihan Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Surabaya,pelatihan Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan Bali,pelatihan Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan LombokDESKRIPSI TRAINING Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan

Mengelola media kehumasan dan mengelola koran umum, selain memilikiperbedaan prinsip, ada pula persamaan prinsipnya. Jika media kehumasan diabdikan untuk membangun “kesalingpahaman” antara perusahaan dan stakeholdersnya (karyawan, pelanggan, mitra pemasok, dan stakeholders lainnya seperti dinas-dinas terkait, mitra aliansi hingga masyarakat luas) maka media massa umum berfungsi sebagai kontrol sosial. Pembangun “kesalingpahaman” Vs Kontrol Sosial.

Karena fungsi kontrol sosial ini maka kritik terbuka dalam media massa menjadi jamak dan daya tarikinti. Maka muncul pomeo Bad News(perselingkuhan, korupsi, perkosaan, penipuan) adalah is Good News. Itulah sebabnya di media umum orang bersikap kritik ya kritik bahkan hingga tahap “menelanjangi” sekalipun sering dilakukan.

Sebaliknya, di media kehumasan cara mengkritik harus “dikelola” sedemikian rupa, harus menghindari efek konfrontasi (frontal/berhadap-hadapanan) diantara para terlibat. Konflik bos dan karyawan, misalnya harus dikelola sedemikian rupa tanpa berdampak/membuat para pihak merasa terancam martabatnya. Nilai konflik harus dikelola sedemikian rupa hingga yang tersisa tinggal substansi masalahnya saja dan yang terpentingpenyelesaiannya.Dalam pome Jawa Kecekel lelenya ora buthek banyune.Menjaring ikan lele di kolam yang berlumpur, tanpa membuat keruh airnya.

Persamaan prinsipilnya, baik media kehumasan atau majalah/koran umum, harus sama-sama membangun integritas anggota redaksinya, sesuai kode etik, dan kebutuhan kompetensi serta Skala Prioritaspersoalan yang dihadapi perusahaan.

Alur penjelasan ini membawa konsekuensi bahwa para pengelola majalah internal perusahaan haruslah diposisikan sesuai dengan posisi dan tugas strategisnya. Jika Redaksi Majalah Internal di bawah tanggungjawab petugas PR, maka PR harus diletakan di dalam lingkaran para pemutus kebijakan. Bank Indonesia (BI) barangkali adalah satu-satunya organisasi yang meletakkan posisi PR diantara para Dewan Gubernur. Di banyak tempat, pada umumnya posisi itu masih harus direbut dengan perjuangan berdarah-darah. Dalam kaitan ini, para PR dapat menjadikan media internalnya untuk merebut posisi strategis PR sebagaimana terjadi di Bank Indonesia. Isu-isu yang tepat, memiliki sifat strategis dan mendesak yang dibuat PR lewat rubrik-rubriknya, dapat meningkatkan trust perusahaan kepada PR. Tapi baik di bawah kendali PR atau bukan, REDAKSI PENGELOLA majalah perusahaan harus bisa menjadikan majalah yang dikelolanya sebagai OPINIAN LEADER bagi kemajuan perusahaan. Untuk kedua tujuan inilah workshop ini diselenggarakan.

Tujuan TRAINING Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan
1. Memberikan ketrampilan yang terukur pada peserta dalam mengelola “Media Internal” sesuai dengan fungsinya sebagai “media kehumasan” sesuai dengan Skala Prioritas permasalahan dan target-target perusahaan.
2. Memberikan ketrampilan melakukan fact finding sebagaimana disebut pada point 1 di atas secara profesional
3. Memberikan ketrampilan untuk memanfaatkan hasil fact finding sebagaimana disebut dalam point 2, untuk menyusun kluster rubrikasinya dan boks2nya
4. Merangsang kreatifitas peserta dalam menggunakan hasil point 1,2 dan 3 untuk menyusun kegiatan pelatihan, out bound, lomba-lomba tematik yang mengarah pada penguatan awareness dan membangun trust dg segenap karyawan kepada majalah internal yang dikelolanya
5. Memberi ketrampilan untuk mengelola faksi-faksi dalam perusahaan, baik yang nagaholic (suka menolak/resisten terhadap program perusahaan) maupun faksi yang pro aktif, untuk ditampilkan dalam majalah internal yang dikelolanya, dengan tujuan untuk mancairkan konflik yang ada.
6. Memberi ketrampilan dalam menggali dan membuat berita yang memiliki sugesti kuat bagi proses konsolidasi segenap manager dan karyawan
7. Memberi ketrampilan teknis dalam menyusun isu-isu terkonteks, dan dalam membuat formula LEAD BERITA media kehumasan yang menarik, menyugesti, benchmarking dan mengispiring bagi peserta

 

MATERI TRAINING Budaya Korporat & Efektifitas Media Kehumasan
1. Mengelola rubrik yang berdampak membangun harmoni dan terbentuknya kesalingpahaman antara manajemen dengan staf/karyawan, terutama yang berkeahlian.
2. Menghandle perilaku para CEO dan manajemen dengan cara elegan yang menjaga martabat tanpa menimbulkan efek yang tidak diinginkan
3. Mengelola majalah internal dengan hasil yang terukur dan berkelanjutan
4. Mampu menjadikan majalah internal yang dikelolanya menjadi pusat Informasi & Empowering bagi seluruh civitas perusahaan.
5. Mampu menjadikan Team Redaksi sebagai Agent of Change (agen perubahan) sesuai dengan konteks keberadaan perusahaannya.
6. Mampu menjadikan majalahnya sebagai “Jendela Dunia” bagi seluruh lini perusahaan
7. Mampu menjadikan majalah internalnya sebagai penjaga tensi Organisasi Belajar Berbasis Pengetahuan

 

Workshop Leader :

Herin Priyono
1. Wartawan Skh Kedaulatan Rakyat (1983-1989)
2. Redaktur Pendidikan Skh Yogya Post (1989-1992)
3. Redaktur majalah wanita SARINAH, Jkt (1992-1998)
4. Periode Konsultan Penerbitan majalah Perusahaan 1998-kini
+ Wapemred majalah kepegawaian NETRAL, BAKN Pusat
+ Mendirikan majalah KOINT, Jkt
+ Pendiri/Pemred Tabloid Keluarga MADANI, UII
+ Pendiri/Pemred tabloid UII News
+ Humas Universitas Islam Indonesia
+ Staf Pusat Penelitian Kependudukan UGM
+ Peneliti Senior Pusat Pelatihan Pasca Sarjana
+ Dosen Komunikasi UII
5. MENULIS BUKU PROFESI:
+ Strategik Public Relations (UII Pers)
+ Menghumasi PTS di Era Research University
+ Menjadi Pewarta “Jurnalisme Warga”/Kompasiana
+ Mind Writing (Penebit Leutika)
+ Neuro Writing: Menulis 1 Minggu 1 Buku
+ Sprying Writing (Leutika)
+ Primitive Love (Leutika)
+ Manajemen Syahwat (Leutika)
+ Srikandi Incognita
+ Inner Beauty Muslimah
+ Good Orgasm Good Bless You
+ Teknik Wawancara Jurnalisme
+ Jurnalisme investigasi
+ Mengelola Media Kehumasan
6. Buku Corporate
+ Profil Penelitian Unggulan, Puspitek
+ Profil Sumatra Barat
+ Profil Kesadaran Kewarnegaraan Masyarakat Indonesia Timur (penelitian Lemhanas)
+ Manajemen Asset Fisik Strategis, PLN-UPJB (Editor)
7. Menulis Buku Biografi
+ Biografi Pendiri UPN Veteran Drs Bambang Soeroto
+ Biografi Rektor UII Prof Zaini Dahlan, MA
+ Biografi Pangdam Mulawarman Mayjen Dicky (dalam proses)
8. Menulis Naskah/Skenario Film
+ Film Biografi High Politic Prof. Dr. Amien Rais
+ Film Darah Hutan Mentaok (Departemen kehutanan)
+ Sinitron Guru: By Heart (Mendidik dengan Kalbu)
+ Sinetron Kisah Slum Indramayu: Duka Bongas
9. Mengasuh Web
+ Facebook,
+ Grup Penulis by SyarafPenulisan
+ Galau intitreatmen (facebook)
+ Website: www. Syarafpenulisan.com
+ Blog: penulismenulis-herinpriyono.blogspot.com
+ Blog: Aplikasi ISO untuk Public Relations.

Jadwal Training DSBanking Tahun 2017

  • 09 – 11 Januari 2017
  • 21 – 23 Februari 2017
  • 29 –31 Maret 2017
  • 11 – 13 April 2017
  • 08 – 10 Mei 2017
  • 21 – 23 Juni 2017
  • 19 – 21 Juli 2017
  • 08 – 10 Agustus 2017
  • 24 – 26 September 2017
  • 16 – 18 Oktober 2017
  • 19 – 21 November 2017
  • 10 – 12 Desember 2017

*Jadwal tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon peserta

Lokasi Pelatihan DSBanking.com :

  1. Yogyakarta, Hotel Dafam Malioboro (6.000.000 IDR / participant)
  2. Jakarta, Hotel Amaris Tendean (6.500.000 IDR / participant)
  3. Bandung, Hotel Golden Flower (6.500.000 IDR / participant)
  4. Bali, Hotel Ibis Kuta (7.500.000 IDR / participant)
  5. Lombok, Hotel Jayakarta (7.500.000 IDR / participant)

Investasi Pelatihan tahun 2017 ini :

Investasi pelatihan selama tiga hari tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta (on call). *Please feel free to contact us.
Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.

Fasilitas Training di Diorama School of Banking :

  1. FREE Airport pickup service (Gratis Antar jemput Hotel/Bandara)
  2. FREE Akomodasi Peserta ke tempat pelatihan .
  3. Module / Handout
  4. FREE Flashdisk
  5. Sertifikat
  6. FREE Bag or bagpackers (Tas Training)
  7. Training Kit (Dokumentasi photo, Blocknote, ATK, etc)
  8. 2xCoffe Break & 1 Lunch, Dinner
  9. FREE Souvenir Exclusive